Restrukturisasi BUMN Jadi Agenda Strategis Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Global
Konsolidasi BUMN logistik merupakan bagian program restrukturisasi yang ditargetkan pemerintah selesai pada tahun 2026 sebagai bagian reformasi tata kelola korporasi negara.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya rasionalisasi jumlah BUMN agar korporasi negara menjadi lebih fokus, sehat, dan kompetitif secara global.
Baca Juga: Program MBG Didukung Motor Listrik, Ini Peran Kendaraan Operasional dalam Program Gizi Pemerintah
Prabowo menyebut model konsolidasi manajemen telah terbukti meningkatkan kinerja investasi melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara pada Februari 2025.
Menurut Prabowo, Danantara mampu mencatat return on asset lebih dari 300 persen pada tahun pertama operasional sebagai indikator keberhasilan konsolidasi manajemen investasi.
Dampak Konsolidasi Terhadap Efektivitas Bisnis dan Pelayanan Masyarakat Indonesia
Pemerintah berharap penggabungan korporasi logistik BUMN mampu mempercepat distribusi barang, menekan biaya operasional, serta meningkatkan kualitas layanan logistik nasional.
Baca Juga: Harga Gabah Petani Menguat Saat Stok Beras Naik, Sinyal Positif Ekonomi Pertanian Tahun 2026 Ini
Efisiensi operasional diyakini dapat memperkuat peran BUMN sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung stabilitas rantai pasok nasional.
Dony Oskaria menyatakan transformasi BUMN diharapkan semakin cepat sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat melalui layanan yang lebih efisien.
"Semakin cepat transformasi BUMN dilakukan maka manfaatnya akan semakin dirasakan masyarakat Indonesia," ujar Dony Oskaria.****