NEWS SUMMARY:
- Rapat Kementerian ESDM dan Dewan Energi Nasional membahas dampak konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap keamanan energi Indonesia.
- Selat Hormuz yang dilalui 20 juta barel minyak dunia per hari berpotensi mengganggu distribusi global jika konflik meningkat.
- Pemerintah memastikan stok BBM dan LPG nasional berada di atas standar minimum nasional sehingga pelayanan masyarakat tetap terjaga.
BISNIS24JAM.COM - Mengapa konflik ribuan kilometer dari Indonesia bisa menentukan harga BBM di dalam negeri?
Apakah ancaman penutupan Selat Hormuz benar-benar berpotensi memengaruhi ekonomi nasional dan daya beli masyarakat Indonesia?
Konflik Timur Tengah Picu Kewaspadaan Pemerintah Terhadap Stabilitas Energi Indonesia
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pasokan energi nasional.
Baca Juga: Momen Haru Pemakaman Try Sutrisno, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Kenegaraan di TMP Kalibata
Rapat koordinasi digelar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Dewan Energi Nasional di Jakarta pada Rabu (03/03/2026).
Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena sekitar 20 juta barel minyak dunia melintasi jalur strategis tersebut setiap hari.
Gangguan distribusi minyak global berpotensi memicu lonjakan harga energi internasional yang berdampak langsung pada ekonomi negara pengimpor energi seperti Indonesia.
Bahlil menjelaskan Indonesia masih mengimpor seperempat kebutuhan minyak mentah dari Timur Tengah sehingga pemerintah menyiapkan skenario mitigasi sejak dini.
Perubahan Sumber Impor Energi Dilakukan untuk Menekan Risiko Geopolitik Global
Pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak mentah menuju kawasan Amerika sebagai langkah pengamanan pasokan energi nasional.
Menurut Bahlil Lahadalia, pengalihan ini bertujuan memastikan ketersediaan crude oil tetap terjamin.
Ia menegaskan impor BBM Indonesia tidak berasal dari Timur Tengah sehingga tekanan pasokan akibat konflik regional relatif terbatas.