NEWS SUMMARY:
- Viralnya video motor listrik berlogo BGN memicu spekulasi publik terkait transparansi pengadaan kendaraan operasional pemerintah.
- BGN memastikan pengadaan kendaraan merupakan bagian anggaran 2025 untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program MBG.
- Proses administrasi BMN menjadi syarat sebelum kendaraan operasional resmi digunakan oleh petugas program gizi nasional.
BISNIS24JAM.COM - Benarkah pemerintah membeli puluhan ribu motor listrik di tengah efisiensi anggaran?
Mengapa kendaraan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru memicu polemik publik di media sosial?
Klarifikasi Resmi BGN Soal Jumlah Motor Listrik yang Beredar
Video motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang viral memicu spekulasi publik mengenai pengadaan kendaraan operasional Program Makan Bergizi Gratis (BGN) tahun anggaran 2025.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan informasi pengadaan 70.000 unit motor listrik yang beredar di media sosial adalah tidak benar.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar, realisasi motor listrik sebanyak 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit tahun 2025," kata Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati menerima informasi yang belum terverifikasi agar tidak terjebak disinformasi terkait program strategis pemerintah.
Baca Juga: Harga Gabah Petani Menguat Saat Stok Beras Naik, Sinyal Positif Ekonomi Pertanian Tahun 2026 Ini
Fungsi Kendaraan untuk Mendukung Operasional Program Makan Bergizi Gratis Nasional
Dadan menjelaskan pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan operasional untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional.
Motor tersebut diproyeksikan menjadi kendaraan operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memastikan distribusi dan pengawasan program berjalan efektif.
"Pengadaan motor ini masuk anggaran 2025 untuk mendukung operasional Kepala SPPG dalam menjalankan tugas pelayanan pemenuhan gizi," ujar Dadan.
Program MBG diketahui menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi terukur.