Momentum ini dinilai dapat memperluas akses Indonesia terhadap pasar global, investasi, serta kolaborasi teknologi dan energi.
Indonesia Perkuat Posisi Tawar dalam Peta Geopolitik Global Baru
Keanggotaan Indonesia dalam BRICS terjadi di tengah perubahan lanskap geopolitik global yang ditandai meningkatnya peran negara berkembang dalam ekonomi dunia.
Baca Juga: Ma’ruf Amin Ungkap Penyebab Gagalnya Diplomasi Amerika Serikat Iran dan Dampaknya Bagi Indonesia
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan menengah yang memiliki pengaruh strategis di kawasan Indo-Pasifik dan global.
Selain itu, forum BRICS memberikan alternatif kerja sama di luar blok ekonomi tradisional yang selama ini didominasi negara Barat.
Dengan demikian, Indonesia berpotensi meningkatkan posisi tawar dalam negosiasi internasional, termasuk perdagangan dan investasi.
Baca Juga: Gagalnya Negosiasi AS - Iran Picu Risiko Energi Dunia, Rusia Tawarkan Jalan Damai Baru untuk Kawasan
Latar Belakang Bergabungnya Indonesia dalam BRICS dan Dampaknya
Sebelumnya, wacana bergabungnya Indonesia ke BRICS telah mencuat seiring upaya diversifikasi mitra ekonomi dan penguatan diplomasi global.
Sejumlah media internasional menyoroti langkah ini sebagai strategi Indonesia untuk memperluas jejaring ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Keanggotaan ini juga dinilai selaras dengan kebijakan luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia.
Dengan dukungan Rusia, proses aksesi Indonesia berlangsung relatif cepat dibandingkan kandidat negara lainnya.****