Produk seperti DNA Salmon dan White Tomato menjadi perhatian karena dipertanyakan kesesuaiannya dengan klaim yang tercantum dalam label produk.
Laporan juga menyinggung dugaan masalah terkait izin edar produk yang beredar di pasar kecantikan nasional.
Baca Juga: Kenaikan Kandungan Perak Dasar Laut China Selatan Picu Kekhawatiran Dampak Perubahan Iklim Global
Temuan tersebut kemudian diproses penyidik sebagai laporan dugaan pelanggaran terhadap regulasi perlindungan konsumen dan kesehatan.
Penetapan Tersangka Hingga Penahanan Jadi Perkembangan Terbaru Kasus
Setelah proses penyelidikan berjalan, penyidik menetapkan Richard Lee sebagai tersangka pada Selasa (15/12/2025).
Status tersebut diberikan setelah penyidik menilai terdapat bukti awal yang cukup untuk melanjutkan kasus ke tahap penyidikan lebih lanjut.
Baca Juga: KPK Selidiki Kebocoran Pajak dan Bea Cukai, Mengapa Sektor Pendapatan Negara Kini Jadi Fokus Baru
Dalam proses tersebut, penyidik memanggil Richard Lee untuk menjalani pemeriksaan tambahan sebagai tersangka.
Namun polisi menyebut tersangka tidak memenuhi dua panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan pada Senin (23/02/2026) dan Kamis (05/03/2026).
Ketidakhadiran itu kemudian menjadi salah satu pertimbangan penyidik untuk melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.
Aktivitas Media Sosial Saat Pemeriksaan Jadi Sorotan Penyidik
Penyidik juga menyoroti aktivitas Richard Lee di media sosial ketika proses hukum sedang berjalan.
Pada Selasa (03/03/2026), ia diketahui melakukan siaran langsung TikTok untuk mempromosikan produk kecantikan.
Aktivitas tersebut menjadi perhatian penyidik karena dilakukan pada waktu yang berdekatan dengan jadwal pemeriksaan tambahan.
Baca Juga: Kapasitas Fiskal Menyusut dalam Dua Dekade, Utang Negara dan Beban Bunga Terus Meningkat