NEWS SUMMARY:
- Rencana impor 105.000 mobil pikap Kopdes Merah Putih memicu perhatian DPR karena dinilai minim koordinasi lintas lembaga pemerintah.
- Kementerian Koperasi menegaskan perannya hanya pada pengawasan fasilitas koperasi desa, bukan pengadaan kendaraan operasional program.
- Pemerintah menunda pembahasan proyek hingga ada penjelasan lengkap dari PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana teknis.
BISNIS24JAM.COM - Apakah rencana impor 105 ribu mobil pikap benar-benar mendesak bagi koperasi desa saat industri otomotif nasional sedang didorong tumbuh?
Mengapa kementerian terkait justru tidak mengetahui detail teknis proyek bernilai besar yang kini menjadi sorotan publik?
Impor Mobil Kopdes Jadi Sorotan Transparansi Kebijakan Pemerintah dan DPR
Rencana impor 105.000 unit mobil pikap untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi sorotan setelah Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengaku tidak mengetahui detail pengadaan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ferry Juliantono saat agenda rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI yang dijadwalkan Rabu (11/3/2026) namun akhirnya ditunda.
Menurut Ferry Juliantono, pengadaan kendaraan operasional tersebut secara teknis dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara yang mendapat penugasan melengkapi fasilitas koperasi desa.
Menteri Koperasi Tegaskan Batas Wewenang dalam Proyek Pengadaan Kendaraan Kopdes
Ferry Juliantono yang menjabat Menteri Koperasi menegaskan kementeriannya berperan pada aspek pengawasan pembangunan fasilitas koperasi desa secara umum.
Ia menjelaskan fokus kementerian berada pada kesiapan infrastruktur seperti gudang logistik, gerai koperasi, serta perangkat pendukung operasional program ekonomi desa.
“Detail pengadaan kendaraan operasional tersebut menjadi ranah PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana teknis yang berhubungan langsung dengan produsen,” kata Ferry Juliantono.
DPR Pertanyakan Koordinasi dan Dampak Terhadap Industri Otomotif Nasional
Komisi VI DPR RI mempertanyakan minimnya koordinasi terkait rencana impor dalam jumlah besar yang dinilai strategis serta berdampak terhadap industri otomotif nasional.
Sejumlah anggota dewan juga menyoroti potensi penggunaan anggaran serta urgensi impor kendaraan dari India dibandingkan memanfaatkan produksi dalam negeri.
Artikel Terkait
Negosiasi Intensif Pembebasan Kapal Pertamina di Selat Hormuz Hampir Rampung dalam Waktu Dekat
Ombudsman RI Minta Pemerintah Evaluasi Impor Mobil Niaga India untuk Distribusi Pangan Desa
Jutaan Warga AS Bergantung Pada Program Bantuan Pangan Saat Government Shutdown Mengancam Pendanaan
Pemerintah Tingkatkan Produksi Jagung Nasional Melalui Benih Gratis Irigasi Pupuk dan Kepastian Harga Panen
Penanaman Jagung Serentak 2026 Jadi Langkah Besar Perkuat Ketahanan Pangan dan Produksi Jagung
Dukungan Tiongkok untuk Mojtaba Khamenei Picu Perhatian Dunia di Tengah Konflik yang Memanas
Ketegangan Timur Tengah, Tiongkok Dukung Mojtaba Khamenei dan Serukan Hormati Kedaulatan Iran
Polemik Kebijakan Impor Kendaraan Agrinas Jadi Ujian Transparansi Korporasi Negara Dukung Ketahanan Pangan
AS Tegaskan Target Perang Iran Belum Selesai, Rusia Diminta Tak Terlibat Konflik Kawasan Timur Tengah
Prabowo Ingatkan Bahaya Korupsi dan Penyelewengan dalam Pidato Nuzulul Qur’an di Istana Negara Jakarta