ekonomi

IHSG Tertekan dan MSCI Beri Peringatan, Dirut Bursa Efek Indonesia Ambil Langkah Mundur

Kamis, 5 Februari 2026 | 11:30 WIB
Iman Ŕàchman mundur. Investor domestik dan asing mencermati arah kebijakan BEI pasca pengunduran diri Dirut di tengah gejolak global. (Dok. Tim 24 JAm)

 

BISNIS 24 JAM - Bagaimana respons BEI dan otoritas pasar terhadap kekhawatiran global akan transparansi data emiten?

Kekhawatiran Investor Global, BEI, dan Pergantian Pemimpin

Iman Rachman, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), resmi mengundurkan diri (30/1/2026) setelah gelombang penjualan besar-besaran di pasar saham yang menyebabkan IHSG mengalami penghentian perdagangan (trading halt) dua hari berturut-turut.

Iman menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar, walaupun IHSG kembali menguat sebelum pengumuman resmi dirinya.

Baca Juga: Vietnam Jadi Mitra Strategis Mineral Kritis, Investasi Besar Amerika Serikat Mulai Direalisasikan

Pasar saham Indonesia sempat jatuh lebih dari 8 persen dalam dua sesi, dipicu oleh kekhawatiran bahwa Bursa Indonesia belum memenuhi kriteria transparansi data kepemilikan saham global, terutama menurut lembaga indeks MSCI.

Tantangan Transparansi Data dan Persoalan Free Float

Kekhawatiran itu muncul setelah MSCI memperingatkan akan pembekuan rebalancing indeks dan potensi penurunan status pasar jika isu data free float belum terselesaikan sebelum Mei 2026.

BEI telah berdiskusi intensif sejak akhir 2025 mengenai formulasi penyajian data investor sesuai standar internasional, termasuk kolaborasi dengan Financial Times Stock Exchange (FTSE), namun belum memuaskan ekspektasi investor asing.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Siapkan Deportasi Dan Ekstradisi Riza Chalid Setelah Red Notice Interpol Diterbitkan

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan menaikkan syarat free float minimum 15 persen bagi korporasi tercatat, sebagai upaya perbaikan aksesibilitas pasar dan transparansi data.

Respons Regulasi dan Dampak PasarRespons pasar terhadap isu free float dan transparansi memicu arus jual besar-besar, termasuk penarikan modal oleh investor asing yang tersisa di pasar Indonesia.

Menurut sumber media, investor global menarik puluhan juta dolar dari pasar setelah munculnya kekhawatiran downgrade dan ketidakpastian status pasar.

Baca Juga: Kasus Saham Gorengan IPO PIPA, Peran Penjamin Emisi dan Langkah Hukum yang Dilakukan Bareskrim

Iman Rachman dalam beberapa kesempatan sebelumnya menjelaskan bahwa anjloknya IHSG dipengaruhi “panic selling” investor setelah pengumuman MSCI, yang memicu reaksi pasar tak terkendali.

Langkah Strategis Korporasi dan Regulasi

Meski mundur, Iman berharap pengunduran diri membuka ruang perbaikan struktur dan kebijakan di BEI.

Halaman:

Tags

Terkini