ekonomi

Didik J Rachbini Soroti Peran Regenerasi Kepemimpinan dalam Keberhasilan Korporasi Keluarga Besar Indonesia

Senin, 23 Maret 2026 | 09:49 WIB
Direktur Utama PT Djarum, Victor Hartono sempat memberikan kuliah umum di Universitas Paramadina membagikan pengalaman regenerasi bisnis keluarga Djarum Group kepada generasi muda Indonesia. (Dok. PB Djarum)


NEWS SUMMARY:

  • Ekonom Didik J Rachbini menegaskan regenerasi kepemimpinan menjadi faktor utama keberhasilan korporasi keluarga bertahan lintas generasi.
  • Kisah jatuh bangun bisnis Hartono sejak era kolonial menjadi pelajaran ketahanan bisnis menghadapi gejolak politik internasional.
  • Diversifikasi bisnis dan tata kelola profesional disebut menjadi kunci daya saing korporasi Indonesia menghadapi masa depan ekonomi digital.

BISNIS24JAM.COM  - Apakah bisnis keluarga besar bisa bertahan melewati konflik internal dan guncangan politik selama hampir satu abad?

Bagaimana strategi regenerasi kepemimpinan membuat korporasi tetap kokoh meski generasi pendiri telah tiada?

Regenerasi Kepemimpinan Menjadi Fondasi Keberlanjutan Korporasi Keluarga Besar Indonesia Modern

Ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menyatakan pengalaman bisnis Victor Hartono menjadi pelajaran penting tentang keberlanjutan korporasi keluarga lintas generasi.

Baca Juga: Strategi Bisnis News Center Hubungkan Korporasi dengan Investor dan Lewat Jaringan Media Ekonomi

Ia menjelaskan kuliah umum Victor Hartono menunjukkan bagaimana regenerasi tidak hanya soal pewarisan saham, tetapi membangun kapasitas kepemimpinan generasi penerus secara objektif.

Menurut Didik J Rachbini, proses seleksi kepemimpinan dilakukan melalui mekanisme internal mirip dewan pertimbangan independen agar konflik keluarga tidak merusak arah bisnis.

Sejarah Panjang Korporasi Dari Industri Tradisional Menuju Diversifikasi Bisnis Modern

Didik menjelaskan korporasi Djarum berawal dari bisnis petasan tahun 1927 yang dirintis Oei Wie Gwan sebelum berkembang menjadi konglomerasi besar Indonesia.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Melonjak, Dampaknya Terhadap Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Nasional ke Depan

Ia menyebut perjalanan bisnis keluarga Hartono mengalami belasan kali kegagalan akibat faktor politik, kecelakaan produksi, hingga perubahan struktur pasar global yang dinamis.

Menurutnya, perubahan dari perdagangan minyak kacang hingga sektor rokok, perbankan, elektronik, dan digital menunjukkan adaptasi menjadi kunci keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Kontribusi Besar Penyerapan Tenaga Kerja dalam Ekosistem Industri Nasional Strategis

Didik mengungkapkan jaringan korporasi ini menyerap sekitar 100 ribu hingga 120 ribu tenaga kerja langsung di berbagai unit usaha strategis.

Baca Juga: Makna Pertemuan Prabowo dan Megawati: Silaturahmi Politik Elite untuk Stabilitas Nasional Menjelang Lebaran

Ia merinci sektor perbankan seperti Bank Central Asia menyerap sekitar 25 ribu sampai 30 ribu pekerja, sementara industri rokok mempekerjakan sekitar 70 ribu orang.

Menurut Didik, dampak tidak langsung bahkan mencapai jutaan tenaga kerja dari rantai pasok tembakau, cengkeh, distribusi ritel, hingga pedagang kecil.

Halaman:

Tags

Terkini