ekonomi

Strategi Pemerintah Jaga Defisit APBN dan Utang Negara Tetap Sehat di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 27 Maret 2026 | 23:50 WIB
Penjelasan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tentang kondisi APBN Indonesia yang dinilai tetap kuat menghadapi tekanan global. (Dok. Instagram @purbayayudhi.official)

NEWS SUMMARY:

  • Pengelolaan utang negara dilakukan selektif melalui penerbitan SBN yang mempertimbangkan efisiensi biaya pembiayaan jangka panjang.
  • Stabilitas fiskal dinilai penting menjaga rating kredit Indonesia dan meningkatkan daya tarik investasi jangka panjang.
  • Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN Indonesia tetap sehat di tengah transisi pemerintahan dan agenda program prioritas nasional.

BISNIS24JAM.COM - Bagaimana pemerintah menjaga ruang fiskal saat kebutuhan anggaran program baru terus meningkat?

Apakah strategi pengendalian defisit cukup kuat menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka menengah?

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap solid meskipun menghadapi tantangan pembiayaan program strategis baru.

Baca Juga: Target Pemerintah di Atas 5 Persen, OECD Justru Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Lambat

Ia menilai pengelolaan APBN saat ini masih berada dalam jalur yang pruden dan terkendali berkat kombinasi strategi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang terukur.

Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengelolaan fiskal yang hati-hati menjadi faktor penting menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Strategi Pengendalian Belanja Negara untuk Efektivitas Program Prioritas Nasional

Purbaya menjelaskan pemerintah memiliki fleksibilitas untuk melakukan realokasi belanja dari program kurang produktif menuju sektor dengan dampak ekonomi lebih besar.

Baca Juga: Tambahan Likuiditas Pemerintah Dinilai Efektif Tekan Cost Of Fund dan Stabilkan Suku Bunga Kredit Perbankan

Ia menilai belanja dengan efek pengganda tinggi menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas penggunaan anggaran negara.

Menurutnya, efisiensi belanja juga membantu menjaga defisit tetap sehat tanpa menghambat implementasi agenda pembangunan nasional.

Pengelolaan Utang Dilakukan Selektif Demi Menjaga Kesehatan Fiskal Negara

Purbaya menegaskan strategi pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan biaya utang, risiko pasar, serta kebutuhan likuiditas jangka menengah pemerintah.

Baca Juga: Penyerahan Jabatan Kabais TNI Disebut Sebagai Praktik Baik dalam Budaya Kepemimpinan Institusi Negara

Ia menyebut penerbitan Surat Berharga Negara tetap menjadi instrumen penting pembiayaan dengan pengelolaan risiko yang terukur.

Halaman:

Tags

Terkini