Trump menegaskan pembukaan kembali jalur tersebut menjadi prioritas utama dalam pembahasan karena dampaknya terhadap rantai pasok global.
“Kami ingin jalur perdagangan dibuka kembali demi stabilitas,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dalam pernyataannya.
Ketidakpastian Diplomasi Masih Membayangi Prospek Pemulihan Ekonomi Global
Meski pasar merespons positif, ketidakpastian tetap tinggi karena Iran belum mengonfirmasi adanya kesepakatan resmi dengan Amerika Serikat.
Pemerintah Iran bahkan sempat menyebut klaim negosiasi sebagai bagian strategi komunikasi politik Washington dalam konteks konflik regional.
Analis menilai keberhasilan diskusi teknis selama masa jeda lima hari akan menentukan arah pasar energi dalam jangka pendek.
Baca Juga: Pajak Ganda Masih Terjadi, DPR Ungkap Dampaknya Terhadap Ekonomi Rakyat dan Kepatuhan Pajak
Konflik Timur Tengah dan Dampaknya Terhadap Inflasi Energi Dunia
Krisis tiga minggu terakhir sebelumnya mendorong kekhawatiran kenaikan inflasi energi akibat potensi gangguan pasokan minyak global.
Laporan menyoroti bahwa konflik tersebut meningkatkan risiko volatilitas harga energi dan memperbesar tekanan ekonomi negara importir.
Situasi ini menjadikan keputusan penghentian sementara serangan sebagai katalis penting bagi stabilitas ekonomi global dan kepercayaan pasar ke depan.
Baca Juga: Dorong Konsumsi Tanpa Naikkan Pajak Buahkan Lonjakan Penerimaan Signifikan Tahun 2026 Ini
Kebijakan Trump kini menjadi perhatian pelaku pasar karena hasil negosiasi akan menentukan arah harga minyak, inflasi energi, dan stabilitas perdagangan internasional.****