NEWS SUMMARY:
- Selat Hormuz mulai menunjukkan pemulihan aktivitas setelah lima minggu gangguan akibat ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah
- Irak mengalami kerugian sekitar 224 juta Dolar AS per hari karena terhambatnya ekspor minyak yang menjadi tulang punggung ekonomi
- Pemulihan distribusi energi global diperkirakan bertahap karena kendala teknis produksi dan faktor keamanan jalur pelayaran
BISNIS24JAM.COM - Apakah Selat Hormuz benar-benar kembali aman dilalui kapal tanker minyak dunia setelah berminggu-minggu ketegangan geopolitik meningkat?
Mungkinkah pelonggaran Iran terhadap Irak menjadi sinyal awal pulihnya rantai pasok energi global yang sempat terguncang tajam?
Pelonggaran Iran Jadi Sinyal Awal Normalisasi Jalur Energi Global Strategis
Keputusan Iran memberikan pengecualian navigasi kepada Irak di Selat Hormuz menjadi perkembangan penting bagi stabilitas pasokan minyak global.
Baca Juga: Kasus Mafia BBM Subsidi Terbongkar, Ini Modus Baru Penyalahgunaan Energi yang Rugikan Anggaran
Kebijakan ini berpotensi mengembalikan sekitar 3 juta barel minyak per hari ke pasar internasional setelah ekspor Irak sempat terhambat akibat ketegangan kawasan sejak akhir Februari.
Langkah tersebut juga berdampak pada psikologi pasar energi global yang selama lima minggu menghadapi gangguan logistik dan lonjakan risiko distribusi energi.
Dampak Gangguan Selat Hormuz Terhadap Ekonomi Irak dan Pasar Dunia
Sebelum gangguan terjadi, Irak merupakan produsen minyak terbesar keenam dunia serta produsen terbesar kedua dalam aliansi OPEC dengan kontribusi sekitar 4 persen pasokan global.
Ekspor minyak Irak pada Maret turun 97 persen menjadi sekitar 99.000 barel per hari dari sebelumnya 3,4 juta barel per hari.
Penurunan tersebut memaksa produksi minyak Irak turun dari 4,3 juta barel menjadi 1,2 juta barel per hari akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan domestik.
Kapal Tanker Mulai Melintas Namun Risiko Pengiriman Masih Tinggi
Data pelayaran menunjukkan sebanyak 53 kapal melintasi Selat Hormuz pekan lalu dibandingkan 36 kapal pada pekan sebelumnya sebagai tanda awal pemulihan aktivitas.
Baca Juga: Program MBG Didukung Motor Listrik, Ini Peran Kendaraan Operasional dalam Program Gizi Pemerintah
Meski demikian, volume lalu lintas masih sekitar 90 persen lebih rendah dibandingkan kondisi normal sebelum ketegangan regional meningkat menurut data industri pelayaran global.
Artikel Terkait
Harga Gabah Petani Menguat Saat Stok Beras Naik, Sinyal Positif Ekonomi Pertanian Tahun 2026 Ini
Peran TNI dalam Misi Perdamaian Dunia Jadi Sorotan Usai Gugurnya Tiga Prajurit Terbaik Indonesia dii Lebanon
Data Terbaru Pajak Indonesia 2026, Pendapatan Negara Naik dan Defisit Tetap Terkendali. Kata Menkeu Purbaya
Penegakan Hukum Kehutanan Diperkuat Lewat Penertiban Sawit Ilegal di Kawasan Suaka Margasatwa
Evaluasi Menteri Ekonomi Dinilai Penting Jaga Momentum Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi Tahun 2026
Kebijakan Fiskal Diuji Tekanan Global, Menteng Kleb Usulkan Penguatan Transparansi dan Produktivitas Anggaran
Program MBG Didukung Motor Listrik, Ini Peran Kendaraan Operasional dalam Program Gizi Pemerintah
Perang Iran dan Israel Menguji Ketahanan Pasar Energi Global, Ini Dampak yang Harus Diantisipasi Investor
Kasus Mafia BBM Subsidi Terbongkar, Ini Modus Baru Penyalahgunaan Energi yang Rugikan Anggaran
Tanda Pemulihan Energi Dunia Muncul Saat Aktivitas Kapal Tanker di Selat Hormuz Kembali Meningkat Signifikan