internasional

Proyek Power of Siberia 2 Jadi Kunci Strategi Keamanan Energi Tiongkok Hadapi Krisis Geopolitik Dunia

Senin, 30 Maret 2026 | 12:06 WIB
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Jalur pipa gas Rusia ke Tiongkok menjadi bagian strategi diversifikasi energi menghadapi risiko konflik jalur laut global. (Dok. indonesian.cri.cn)

BISNIS24JAM.COM - Apakah ketegangan Timur Tengah diam-diam mengubah peta energi global dan strategi impor Tiongkok?

Mengapa pipa gas Rusia kini dianggap lebih aman dibanding jalur laut yang selama ini dominan?

Perubahan strategi energi Tiongkok semakin terlihat seiring meningkatnya risiko geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia.

Baca Juga: Fakta di Balik Aksi No Kings di AS, Dari Kota Besar Hingga Basis Tradisional Pendukung Pemerintah

Berdasarkan laporan Reuters, Bloomberg, dan South China Morning Post, Beijing kini mempercepat diversifikasi energi dengan memperkuat jalur pasokan darat dari Rusia.

Langkah ini dinilai sebagai strategi mitigasi risiko terhadap potensi gangguan jalur laut seperti Selat Hormuz dan Selat Malaka yang selama ini menjadi urat nadi impor energi.

Strategi Diversifikasi Energi Tiongkok untuk Mengurangi Risiko Geopolitik Jalur Laut

Tiongkok berupaya menekan ketergantungan terhadap impor energi Timur Tengah yang selama ini menyumbang lebih dari 40 persen kebutuhan minyak dan gas nasional.

Baca Juga: Pemerintah Cari Jalur Aman 2 Kapal Pertamina di Tengah Risiko Konflik Global Selat Hormuz Memanas

Risiko konflik militer, pembajakan, serta potensi blokade maritim menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan keamanan energi jangka panjang pemerintah Tiongkok.

Langkah ini juga selaras dengan tren global dimana negara industri besar mulai mengamankan rantai pasok energi melalui jalur alternatif yang lebih stabil secara geopolitik.

Proyek Pipa Gas Rusia Jadi Pilar Baru Ketahanan Energi Nasional

Proyek Power of Siberia 2 kembali menjadi fokus negosiasi karena dinilai mampu memperkuat pasokan gas melalui jalur darat yang relatif aman.

Baca Juga: Tetap Gunakan Kendaraan Impor KDMP, Ini Penjelasan Menkop Terkait dengan Kebijakan Resmi Terbaru

Lin Boqiang, Direktur China Center for Energy Economics Research Universitas Xiamen, menyatakan stabilitas pasokan kini lebih penting dibanding pertimbangan harga jangka pendek.

Menurut Lin Boqiang, ketidakpastian geopolitik membuat Tiongkok membutuhkan sumber energi yang dapat menjamin kontinuitas pasokan industri domestik secara berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini