NEWS SUMMARY:
- Pulau Kharg kini menjadi sorotan global karena perannya sebagai pusat distribusi energi Iran di tengah ketegangan geopolitik
- Referensi Encyclopaedia Iranica menyebut pulau ini memiliki sejarah hunian sejak era Kekaisaran Persia kuno
- Terminal minyak Kharg dinilai sebagai infrastruktur vital yang memengaruhi stabilitas pasokan energi internasional
BISNIS 24 JAM - Mengapa Pulau Kharg yang kecil menjadi jantung ekspor minyak Iran dan sorotan strategi global?
Bagaimana pulau terpencil yang dulu sunyi berubah menjadi aset energi paling dijaga di Timur Tengah saat ini?
Pulau Kharg di Teluk Persia kembali menjadi perhatian setelah laporan analisis geopolitik menyebut terminal minyak Iran ini sebagai infrastruktur energi paling vital kawasan.
Baca Juga: Langkah Tegas Pemerintah Awasi Medsos Demi Keamanan Anak dari Risiko Konten Digital Berbahaya
Data lembaga riset energi seperti S&P Global dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan sekitar 90–95 persen ekspor minyak Iran melewati pulau seluas sekitar 20 kilometer persegi ini.
Posisi strategis tersebut menjadikan Kharg bukan sekadar wilayah administratif Iran, tetapi simpul penting stabilitas pasokan energi global di tengah dinamika politik kawasan Timur Tengah.
Sejarah Panjang Pulau Kecil yang Menjadi Jalur Perdagangan Kuno
Pulau Kharg telah dihuni sejak era prasejarah karena memiliki sumber air tawar alami yang langka di kawasan Teluk Persia.
Dokumen Encyclopaedia Iranica mencatat pulau ini pernah menjadi titik pengamatan maritim pada era Kekaisaran Achaemenid sekitar 550 hingga 330 sebelum Masehi.
Pada masa Kekaisaran Sassanid sekitar abad ketiga hingga ketujuh, Kharg berkembang menjadi pusat komunitas Kristen Nestorian yang meninggalkan jejak arkeologis berupa reruntuhan gereja kuno.
Asal Usul Nama Kharg dari Catatan Persia Hingga Peta Eropa
Referensi sejarah menyebut nama pulau ini sebagai Kārag atau Kārak dalam literatur Persia abad pertengahan sebelum berkembang menjadi Kharg pada abad ke-19.
Catatan pelaut Portugis, Belanda, dan Inggris menuliskan variasi nama seperti Khark dan Karack dalam peta maritim mereka.