bisnis

Revitalisasi Industri Pupuk Jadi Kunci Indonesia Perkuat Posisi di Pasar Global Saat Krisis Berlanjut

Sabtu, 18 April 2026 | 06:05 WIB
Wamentan Sudaryono siapkan strategi ekspor pupuk tanpa mengganggu kebutuhan domestik petani (Dok. Instagram @sudaru_sudaryono)

NEWS SUMMARY:

  • Gangguan Selat Hormuz memengaruhi sepertiga distribusi pupuk dunia sehingga permintaan urea Indonesia meningkat signifikan
  • Produksi urea nasional mencapai 9,4 juta ton per tahun dengan target 7,8 juta ton pada 2026 dan subsidi 6,3 juta ton
  • Permintaan datang dari Australia, India, Filipina, dan Brasil namun pemerintah tetap berhati-hati dalam alokasi ekspor

BISNIS24JAM.COM - Seberapa besar peluang Indonesia menjadi pemain utama pasar pupuk global saat krisis pasokan meluas?

Bisakah strategi ekspor pupuk berjalan tanpa mengganggu stabilitas kebutuhan petani dalam negeri?

Krisis Pupuk Global Buka Peluang Indonesia Jadi Pemasok Strategis Dunia

Krisis pasokan pupuk global akibat gangguan distribusi internasional membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas ekspor urea.

Baca Juga: Minyak Goreng Aman Tapi Minyakita Berkurang, Ini Penjelasan Lengkap Mendag Soal Kondisi Pasar Saat Ini

Pertemuan antara Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Duta Besar Australia pada Rabu (15/04/2026) membahas peluang konkret impor urea dari Indonesia.

Sudaryono menjelaskan bahwa gangguan di Selat Hormuz berdampak signifikan terhadap distribusi pupuk dunia yang melewati jalur tersebut.

“Sekitar sepertiga pasokan pupuk global melewati jalur itu sehingga gangguan berdampak besar terhadap ketersediaan internasional,” kata Sudaryono.

Baca Juga: Konflik Amerika Serikat - Iran Hambat Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Ini Upaya Pemerintah Indonesia

Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai alternatif pemasok yang semakin dilirik oleh berbagai negara.

Keunggulan Produksi Berbasis Gas Domestik Perkuat Posisi Indonesia Global

Indonesia memiliki keunggulan strategis karena mampu memproduksi urea berbasis gas alam domestik tanpa bergantung pada impor.

Hal ini memberikan stabilitas produksi di tengah ketidakpastian pasokan energi dan bahan baku global.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Energi Nasional Aman HingBaca Juga: Strategi Energi Prabowo Berbuah Hasil, Pasokan Minyak Rusia Amankan Kebutuhan Nasional Hingga Akhir Tahunga 2026, Harga BBM Subsidi Tetap Terjangkau Masyarakat

Sudaryono menegaskan bahwa kemampuan produksi domestik menjadi faktor utama meningkatnya minat negara lain terhadap urea Indonesia.

“Indonesia memiliki keunggulan karena tidak bergantung impor untuk komoditas urea,” ujar Sudaryono.

Halaman:

Tags

Terkini