NEWS SUMMARY:
- Ekonom Didik J Rachbini menegaskan regenerasi kepemimpinan menjadi faktor utama keberhasilan korporasi keluarga bertahan lintas generasi.
- Kisah jatuh bangun bisnis Hartono sejak era kolonial menjadi pelajaran ketahanan bisnis menghadapi gejolak politik internasional.
- Diversifikasi bisnis dan tata kelola profesional disebut menjadi kunci daya saing korporasi Indonesia menghadapi masa depan ekonomi digital.
BISNIS24JAM.COM - Apakah bisnis keluarga besar bisa bertahan melewati konflik internal dan guncangan politik selama hampir satu abad?
Bagaimana strategi regenerasi kepemimpinan membuat korporasi tetap kokoh meski generasi pendiri telah tiada?
Regenerasi Kepemimpinan Menjadi Fondasi Keberlanjutan Korporasi Keluarga Besar Indonesia Modern
Ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menyatakan pengalaman bisnis Victor Hartono menjadi pelajaran penting tentang keberlanjutan korporasi keluarga lintas generasi.
Baca Juga: Strategi Bisnis News Center Hubungkan Korporasi dengan Investor dan Lewat Jaringan Media Ekonomi
Ia menjelaskan kuliah umum Victor Hartono menunjukkan bagaimana regenerasi tidak hanya soal pewarisan saham, tetapi membangun kapasitas kepemimpinan generasi penerus secara objektif.
Menurut Didik J Rachbini, proses seleksi kepemimpinan dilakukan melalui mekanisme internal mirip dewan pertimbangan independen agar konflik keluarga tidak merusak arah bisnis.
Sejarah Panjang Korporasi Dari Industri Tradisional Menuju Diversifikasi Bisnis Modern
Didik menjelaskan korporasi Djarum berawal dari bisnis petasan tahun 1927 yang dirintis Oei Wie Gwan sebelum berkembang menjadi konglomerasi besar Indonesia.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Melonjak, Dampaknya Terhadap Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Nasional ke Depan
Ia menyebut perjalanan bisnis keluarga Hartono mengalami belasan kali kegagalan akibat faktor politik, kecelakaan produksi, hingga perubahan struktur pasar global yang dinamis.
Menurutnya, perubahan dari perdagangan minyak kacang hingga sektor rokok, perbankan, elektronik, dan digital menunjukkan adaptasi menjadi kunci keberlangsungan bisnis jangka panjang.
Kontribusi Besar Penyerapan Tenaga Kerja dalam Ekosistem Industri Nasional Strategis
Didik mengungkapkan jaringan korporasi ini menyerap sekitar 100 ribu hingga 120 ribu tenaga kerja langsung di berbagai unit usaha strategis.
Ia merinci sektor perbankan seperti Bank Central Asia menyerap sekitar 25 ribu sampai 30 ribu pekerja, sementara industri rokok mempekerjakan sekitar 70 ribu orang.
Menurut Didik, dampak tidak langsung bahkan mencapai jutaan tenaga kerja dari rantai pasok tembakau, cengkeh, distribusi ritel, hingga pedagang kecil.
Artikel Terkait
Rencana Impor 105000 Kendaraan Koperasi Merah Putih Picu Pertanyaan Efektivitas Investasi Danantara
Kasus Kekerasan Aktivis Andrie Yunus, Prabowo Pastikan Hadir Lindungi Kebebasan Sipil dan Hak Warga
Board of Peace Jadi Jalur Baru Diplomasi Indonesia untuk Palestina, Ini Strategi Luar Negeri Prabowo
Indonesia Siap Keluar dari Board of Peace Jika Tak Untungkan Palestina, Ini Penegasan Prabowo Subianto
Efisiensi APBN Era Prabowo, Belanja Seremonial dan Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Produktivitas
Prabowo Ungkap Potensi Pemborosan 30 Persen APBN, Reformasi Belanja Negara Jadi Fokus Kebijakan Fiskal
Dampak Krisis Energi Sri Lanka Terhadap Pariwisata, Harga BBM dan Stabilitas Ekonomi Nasional 2026
Makna Pertemuan Prabowo dan Megawati: Silaturahmi Politik Elite untuk Stabilitas Nasional Menjelang Lebaran
Utang Luar Negeri Melonjak, Dampaknya Terhadap Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Nasional ke Depan
Strategi Bisnis News Center Hubungkan Korporasi dengan Investor dan Lewat Jaringan Media Ekonomi