• Sabtu, 18 April 2026

Target Pembangkit Surya 100 Gigawatt Jadi Fondasi Transformasi Energi Hadapi Risiko Krisis Global Serìus

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Jumat, 27 Maret 2026 | 16:31 WIB
Elektrifikasi transportasi dinilai Ekonom Senior INDEF Prof Didik J Rachbini Ph.D sebagai langkah strategis mengurangi tekanan APBN akibat subsidi energi yang terus meningkat setiap tahun. (Dok. Kreasi Dola AI)
Elektrifikasi transportasi dinilai Ekonom Senior INDEF Prof Didik J Rachbini Ph.D sebagai langkah strategis mengurangi tekanan APBN akibat subsidi energi yang terus meningkat setiap tahun. (Dok. Kreasi Dola AI)

NEWS SUMMARY:

  • Ekonom INDEF ingatkan krisis energi global bisa berdampak ke ekonomi Indonesia jika transisi energi terlambat dilakukan
  • Program kendaraan listrik disebut mampu menghemat biaya energi masyarakat hingga 80 persen berdasarkan simulasi pemerintah
  • Momentum kenaikan harga minyak dinilai waktu tepat memperbaiki kebijakan subsidi agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan

BISNIS24JAM.COM - Mengapa subsidi BBM justru lebih banyak dinikmati kelompok mampu dibanding masyarakat bawah?

Bisakah kendaraan listrik menjadi solusi agar subsidi energi lebih adil dan tepat sasaran?

Ketimpangan Konsumsi Subsidi Energi Jadi Sorotan Kebijakan Ekonomi Nasional

Ketimpangan distribusi subsidi energi menjadi perhatian ekonom karena manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Krisis Energi Global 2026 Memanas, SBY Dukung Pemerintah Jaga Stabilitas Harga BBM Nasional

Data kajian INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) menunjukkan konsumsi pertalite lebih banyak digunakan kelompok ekonomi atas dibanding masyarakat bawah.

Prof Didik J Rachbini Ph.D, Ekonom INDEF, mengatakan sekitar 63 persen subsidi dinikmati kelompok atas.

Sementara kelompok masyarakat ekonomi bawah hanya menikmati sekitar 37 persen dari total konsumsi energi bersubsidi nasional.

Baca Juga: APBN Indonesia Tetap Terkendali, Apa Faktor Penopang Stabilitas Fiskal Menurut Menkeu Purbaya

Kendaraan Listrik Disebut Solusi Kebijakan Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Transformasi kendaraan listrik dinilai dapat menjadi solusi memperbaiki efektivitas kebijakan subsidi energi agar lebih tepat sasaran.

Didik J Rachbini menyatakan konversi kendaraan BBM ke listrik dapat mengurangi ketergantungan subsidi sekaligus memperbaiki struktur belanja negara.

Ia menyebut kendaraan listrik mampu menekan subsidi energi hingga 85 persen berdasarkan hasil kajian INDEF.

Baca Juga: Target Pemerintah di Atas 5 Persen, OECD Justru Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Lambat

Menurutnya reformasi energi harus diarahkan tidak hanya pada efisiensi fiskal tetapi juga keadilan distribusi manfaat subsidi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X