ekonomi

Investasi Hilirisasi Rp584,1 Triliun 2025 Dorong Pertumbuhan Kawasan Timur, Ekonomi Lebih Meratal

Sabtu, 7 Februari 2026 | 06:59 WIB
Menteri Investasi Rosan Roeslani menekankan diversifikasi hilirisasi non-mineral untuk memperkuat struktur ekonomi dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan investasi nasional. (Instagram @bkpm_id)

BISNIS24JAM.COM - Apakah investasi hilirisasi Indonesia masih bergantung pada sektor mineral semata?

Bagaimana pemerintah mendorong diversifikasi sektor hilirisasi untuk memperkuat ekonomi nasional pada 2025?

Pemerintah Soroti Diversifikasi Hilirisasi di Luar Sektor Mineral Nasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani memaparkan perkembangan investasi hilirisasi dalam rapat kerja Komisi XII DPR RI pada 3 Februari 2026.

Baca Juga: OJK Serahkan Dua Pengurus Investree ke Kejaksaan, Kasus Dana Ilegal 2017–2023 Tahap Penuntutan

Rosan Roeslani menyatakan sektor mineral masih mendominasi investasi hilirisasi nasional sepanjang 2025.

Namun pemerintah mencatat pertumbuhan sektor hilirisasi non-mineral sebagai sinyal positif diversifikasi ekonomi nasional.

Menurut Rosan Roeslani, pertumbuhan hilirisasi non-mineral menunjukkan potensi pengembangan industri manufaktur berbasis sumber daya domestik.

Baca Juga: Risiko Turun Kelas Emerging Market Bayangi Indonesia Usai MSCI Soroti Transparansi Free Float Saham

Pemerintah mendorong investasi pada sektor kimia, pertanian, dan industri berbasis energi untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

Diversifikasi sektor hilirisasi dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap komoditas tertentu.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi menargetkan penguatan rantai pasok industri hilirisasi non-mineral pada 2026.

Baca Juga: Risiko Turun Kelas Emerging Market Bayangi Indonesia Usai MSCI Soroti Transparansi Free Float Saham

Rosan Roeslani menegaskan kebijakan investasi diarahkan pada nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah menilai diversifikasi sektor akan meningkatkan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Halaman:

Tags

Terkini