BISNIS24JAM.COM - Mengapa pemerintah Indonesia intens melobi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait bobot saham nasional dalam indeks global?
Apakah langkah diplomasi ekonomi ini mampu meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia secara berkelanjutan?
Diplomasi Ekonomi Indonesia Dorong Peningkatan Kepercayaan Investor Global
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bertemu petinggi MSCI selama dua jam di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari diplomasi ekonomi untuk memastikan pasar modal Indonesia tetap kompetitif di mata investor global.
Luhut menyebut diskusi berlangsung mendalam dan konstruktif terkait evaluasi indeks MSCI terhadap saham Indonesia.
Peran Indeks MSCI Dalam Arus Modal Asing Ke IHSG
MSCI merupakan penyedia indeks global yang menjadi acuan utama manajer investasi dalam menentukan alokasi dana portofolio internasional.
Baca Juga: Properti Jakarta Tetap Stabil, Pasokan Terbatas Jaga Harga Sewa dan Dorong Investasi Berkelanjutan
Luhut menjelaskan bahwa perubahan bobot Indonesia dalam indeks MSCI dapat memengaruhi arus investasi asing secara signifikan.
Peningkatan bobot berpotensi menarik dana global ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memperkuat stabilitas pasar saham domestik.
Pemerintah Perkuat Regulasi dan Transparansi Pasar Modal Nasional
Luhut menegaskan pemerintah terus memperbaiki regulasi, tata kelola, dan transparansi pasar untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Baca Juga: Properti Jakarta Tetap Stabil, Pasokan Terbatas Jaga Harga Sewa dan Dorong Investasi Berkelanjutan
“Kami menjelaskan berbagai perbaikan fundamental ekonomi serta stabilitas makro yang dijaga pemerintah kepada MSCI,” ujar Luhut.
Ia menyatakan MSCI diharapkan memahami transformasi ekonomi Indonesia yang semakin berorientasi investasi jangka panjang.