BISNIS24JAM.COM - Akankah Prabowo mempertahankan pasangan lama atau mencari figur baru untuk Pilpres 2029 ketika peta koalisi berubah cepat?
Seberapa besar peluang tokoh partai koalisi saat ini menjadi cawapres jika elektabilitas dan basis pemilih menjadi faktor dominan?
Spekulasi Cawapres Prabowo 2029 dalam Dinamika Koalisi Nasional
Wacana calon wakil presiden untuk Pilpres 2029 kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah elite partai mulai memunculkan nama kandidat.
Pengamat politik Tony Rosyid menilai spekulasi tersebut wajar muncul, namun belum menjadi agenda resmi partai politik.
Ia menyebut diskursus pasangan calon biasanya menguat ketika kinerja pemerintahan dan elektabilitas tokoh mulai terbaca publik.
Tony Rosyid menegaskan diskusi awal tersebut masih sebatas analisis dan belum mencerminkan keputusan final koalisi.
Baca Juga: Ekonomi On The Down, Ferry Latuhihin Paparkan Kekhawatiran Asing Soal MBG, Danantara, dan APBN
Menurutnya, stabilitas politik hingga 2029 akan menentukan arah koalisi dan komposisi pasangan calon presiden.
Peluang Kader Partai Koalisi dalam Bursa Cawapres 2029
Tony Rosyid menilai partai koalisi memiliki kepentingan strategis untuk menempatkan kadernya dalam kontestasi pilpres mendatang.
Namun ia menegaskan elektabilitas individu tetap menjadi faktor dominan dalam menentukan pasangan calon.
Baca Juga: Penunjukan Perminas untuk Kelola LTJ Oleh Danantara Akan Mengubah Arah Industri Mineral Strategis
“Kesetiaan partai tidak selalu berbanding lurus dengan elektabilitas,” ujar Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.
Ia menilai kandidat presiden akan mempertimbangkan figur yang mampu memperluas basis dukungan nasional.
Artikel Terkait
Gejolak IHSG Februari 2026 Dipicu Isu 4 Surat MSCI, Apa Langkah OJK dan BEI Memperkuat Transparansi?
Outlook Perbankan Indonesia Disorot Moody’s, OJK Siapkan Klarifikasi Data Rasio Modal dan Likuiditas
Perminas untuk Proyek LTJ Ubah Peta BUMN Tambang Nasional dan Strategi Hilirisasi Mineral Indonesia
Seleksi Komisioner OJK 2026 Resmi Dibuka, Pansel Dibentuk Lewat Keppres dan Proses Empat Tahap
Investor Asing Soroti Ekonomi Indonesia, Ferry Latuhihin Ungkap Risiko Fiskal Rp300 Triliun dan Ketidakpastian
Pandji Sebut Dirinya Ksatria Wongsoyudo Saat Jalani Sidang Adat Toraja Terkait Materi Komedi Lama
Ekspansi Korporasi Topang Properti Jakarta, Okupansi CBD 76% dan Non-CBD 74% Tunjukkan Tren Pemulihan
Data OJK 2022-2026 Ungkap 151 Pihak Manipulasi Saham dengan Denda Rp240,65 Miliar dan Sanksi
Pemerintah Kaji Ulang Tambang Martabe, Hal Penting Tentang Sanksi dan Kepastian Hukum Investasi
Tambang Emas Tumpang Pitu Disorot Lagi, Publik Pertanyakan Selisih Saham dan Legalitas Alih IUP