ekonomi

Harga Energi Global Naik Tajam, Pemerintah Pastikan BBM Indonesia Tetap Stabil Demi Jaga Daya Beli

Jumat, 3 April 2026 | 05:55 WIB
Menkeu Purbaya. SPBU Pertamina di Jakarta mencerminkan stabilitas harga BBM nasional meski harga minyak global mengalami kenaikan signifikan. (Instagram.com @Menkeuri)

NEWS SUMMARY:

  • Pertamina menjadi penyangga sementara selisih harga BBM nonsubsidi akibat kenaikan harga minyak global yang cukup tajam.
  • Skema kompensasi rutin pemerintah menjadi faktor penting menjaga stabilitas finansial korporasi energi nasional.
  • Pemerintah menegaskan kebijakan harga BBM bertujuan menjaga stabilitas ekonomi serta perlindungan daya beli masyarakat produktif.

BISNIS24JAM.COM - Apakah harga BBM nonsubsidi akan ikut melonjak ketika harga minyak dunia menembus 100 Dolar AS per barel?

Seberapa kuat ketahanan keuangan Pertamina menopang kebijakan pemerintah menjaga stabilitas energi nasional saat tekanan global meningkat?

Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Energi Nasional di Tengah Tekanan

Pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi tetap stabil meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Garuda Indonesia Hentikan Rute Jakarta Bengkulu, Sinyal Perubahan Besar Industri Penerbangan Domestik

Kebijakan ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan (Memkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu (02/04/2026).

Purbaya menyatakan korporasi energi negara Pertamina sementara menanggung selisih harga BBM nonsubsidi sebagai bagian dari stabilisasi harga domestik.

“Sementara sepertinya Pertamina, sementara ya,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca Juga: Prabowo Bawa Investasi Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi

Kondisi Keuangan Pertamina Dinilai Kuat Berkat Skema Kompensasi Pemerintah Rutin

Purbaya menjelaskan kemampuan Pertamina menjaga stabilitas harga ditopang oleh pembayaran kompensasi pemerintah yang berjalan rutin dan terjadwal.

Menurutnya, pemerintah membayar sekitar 70 persen kompensasi setiap bulan untuk menjaga arus kas korporasi tetap sehat.

“Sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar, yang kompensasi sekarang kami bayar tiap bulan 70 persen terus-terusan, jadi keuangan Pertamina juga amat baik,” kata Purbaya.

Baca Juga: Anthony Budiawan Soroti Pentingnya Kritik Pengamat Ekonomi Sebagai Early Warning System Stabilitas Ekonomi

Kompensasi merupakan dana pemerintah untuk menutup selisih harga jual dengan harga keekonomian energi yang ditugaskan kepada badan usaha.

Halaman:

Tags

Terkini