NEWS SUMMARY:
- Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan perkuat kemitraan strategis ekonomi dan hubungan bilateral
- Forum bisnis Indonesia Jepang hasilkan komitmen investasi besar dari investor dan korporasi global
- Diplomasi ini bagian strategi pemerintah meningkatkan investasi berkualitas dan stabilitas ekonomi jangka panjang nasional
BISNIS24JAM.COM - Apakah komitmen investasi ratusan triliun hasil diplomasi Presiden Prabowo Subianto benar-benar akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini?
Seberapa besar peluang kerja baru yang bisa tercipta dari hasil kunjungan strategis ke Jepang dan Korea Selatan tersebut?
Dikutip dari media Indonesiaraya.co.id, Presiden RI Prabowo Subianto tiba kembali di Indonesia pada Kamis (2/4/2026) setelah menyelesaikan kunjungan resmi ke Jepang dan Korea Selatan yang menghasilkan komitmen investasi besar.
Pesawat yang membawa kepala negara dan delegasi mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dan disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah pejabat negara.
Kunjungan tersebut menghasilkan total komitmen bisnis senilai 33,89 miliar Dolar AS atau sekitar Rp575 triliun yang difokuskan pada sektor energi, industri, dan ekonomi digital.
Diplomasi Ekonomi Prabowo Fokus Menarik Investasi Strategis Mitra Asia Timur
Pertemuan bilateral dengan pemerintah Jepang menghasilkan komitmen bisnis 23,63 miliar Dolar AS atau sekitar Rp401,7 triliun dari berbagai sektor prioritas.
Presiden juga menghadiri forum bisnis Indonesia Jepang yang mempertemukan regulator dan pelaku industri untuk mempercepat realisasi kerja sama investasi.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pemerintah memastikan seluruh komitmen investasi dikawal agar berdampak terhadap ekonomi nasional.
Komitmen Korea Selatan Perkuat Industri Masa Depan Dan Transformasi Digital Nasional
Dalam kunjungan ke Korea Selatan, Prabowo bertemu Presiden Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae membahas penguatan kemitraan strategis bilateral.
Sebanyak 10 nota kesepahaman ditandatangani mencakup sektor ekonomi digital, energi, teknologi masa depan, serta penguatan ekosistem industri nasional.
Artikel Terkait
Risiko Nyata Misi Perdamaian Dunia, Setelah Insiden Gugurnya Prajurit TNI di Wilayah Konflik Lebanon Selatan
Reformasi Perizinan Usaha Berlanjut, Pemerintah Luncurkan KBLI 2025 untuk Perkuat Daya Saing Investasi
OSS dan KBLI 2025 Jadi Kunci Pemerintah Bangun Sistem Perizinan Usaha Cepat Transparan Terintegrasi
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman: Program B50 Siap Jalan, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia Tahun 2026
Refocusing Anggaran Kementerian Jadi Strategi Pemerintah Hemat Rp130 Triliun untuk Program Prioritas Ekonomi
Harga BBM Pertamina April 2026 Tidak Naik, Ini Strategi Stabilkan Energi Nasional di Tengah Gejolak Global
WFH ASN dan Gerakan Hemat Energi Nasional, Ini Sektor yang Tetap Wajib Bekerja dari Kantor Setiap Hari
Mulai April ASN WFH Sepekan Sekali, Pemerintah Harap Konsumsi BBM dan Kemacetan Kota Besar Turun
Strategi Turnaround Garuda Terlihat di 2026 Setelah Injeksi Modal Jumbo dan Restrukturisasi Operasional
Anthony Budiawan Soroti Pentingnya Kritik Pengamat Ekonomi Sebagai Early Warning System Stabilitas Ekonomi