NEWS SUMMARY:
- Pemerintah kaji kebijakan pajak ekspor Nickel Pig Iron untuk meningkatkan penerimaan negara tanpa mengganggu daya saing industri.
- Kebijakan bea keluar batu bara masih dikaji karena dominasi produksi kalori rendah agar tidak membebani pelaku industri domestik.
- Ruang fiskal APBN dinilai masih cukup menjaga subsidi energi demi stabilitas harga BBM bagi masyarakat Indonesia.
BISNIS24JAM.COM - Seberapa kuat Indonesia menghadapi tekanan global tanpa kemandirian energi dan industri bernilai tambah?
Mampukah hilirisasi dan bahan bakar nabati menjadi kunci ketahanan ekonomi Indonesia ke depan?
Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi dan kemandirian energi sebagai strategi utama menghadapi tekanan global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.
Baca Juga: Penemuan Cadangan Minyak Riau Jadi Momentum Energi Mega Persada Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Koordinasi antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan difokuskan pada penguatan sektor energi dan industrialisasi berbasis sumber daya alam.
Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas nasional melalui kebijakan fiskal adaptif.
Strategi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik menghadapi volatilitas pasar global.
Baca Juga: Kasus Tambang Samin Tan Jadi Perhatian, Ini Kronologi Dugaan Korupsi Pertambangan Kalteng Terbaru
Hilirisasi Industri Jadi Fondasi Transformasi Ekonomi Nasional Berbasis Sumber Daya
Pemerintah menyiapkan 13 proyek hilirisasi baru dengan nilai investasi sekitar Rp239 triliun sebagai bagian penguatan industri berbasis komoditas domestik.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan proyek tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai prioritas penguatan struktur ekonomi nasional.
Program ini memperluas kebijakan hilirisasi yang sebelumnya berfokus pada mineral menuju integrasi industri energi dan petrokimia.
Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan ekspor produk olahan dibandingkan komoditas mentah.