Sebanyak 46 persen responden menilai konflik tersebut berpotensi membuat Amerika Serikat menjadi kurang aman dalam jangka panjang menurut agregasi beberapa survei nasional.
Lonjakan ketegangan geopolitik di kawasan Teluk juga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap risiko konflik berkepanjangan serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Basis Pendukung Inti Trump Masih Solid Meski Rating Nasional Turun
Meski rating nasional menurun, Trump masih mempertahankan dukungan kuat dari basis politik utamanya terutama pemilih yang mengidentifikasi diri sebagai MAGA Republicans.
Harry Enten, analis data utama CNN, mencatat tingkat persetujuan di kelompok pemilih inti tersebut tetap sangat tinggi dan bahkan mendekati tingkat loyalitas penuh.
Fenomena polarisasi ini menunjukkan penurunan popularitas lebih banyak berasal dari pemilih moderat dan independen yang menjadi penentu dalam dinamika politik nasional.
Baca Juga: Pelepasan Cadangan Minyak Jepang Jadi Sinyal Risiko Energi Global di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Penurunan rating ini mengingatkan pada dinamika politik Pemilu 2024 ketika isu ekonomi dan keamanan global menjadi faktor utama preferensi pemilih menurut laporan berbagai media arus utama.
Beberapa media nasional sebelumnya juga menyoroti volatilitas approval rating presiden Amerika Serikat sebagai indikator awal potensi perubahan konfigurasi politik Kongres.
Kesimpulan: Penurunan approval rating Donald Trump pada Maret 2026 menunjukkan tekanan serius terhadap legitimasi politik pemerintah terutama akibat isu ekonomi dan kebijakan luar negeri.
Baca Juga: Krisis Energi Global 2026 Memanas, SBY Dukung Pemerintah Jaga Stabilitas Harga BBM Nasional
Meski demikian, soliditas basis pendukung menunjukkan peta politik Amerika Serikat masih sangat terpolarisasi dan berpotensi memengaruhi strategi Partai Republik ke depan.****