pangan

Data Terbaru Stok Beras dan Komoditas Strategis Tunjukkan Tren Positif Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:20 WIB
Mentan Amran Sulaiman. Ketersediaan cabai di pasar tradisional meningkat setelah produksi nasional mengalami surplus pada awal 2026. (Dok. Instagram @a.amran_sulaiman)

NEWS SUMMARY:

  • Surplus produksi pangan nasional dinilai menjadi faktor utama stabilitas harga serta pengendalian inflasi sektor pangan.
  • Stabilitas pangan menjadi faktor penting menjaga daya beli masyarakat usia produktif selama momentum Idulfitri.
  • Kementerian Pertanian memastikan harga kebutuhan pokok stabil berdasarkan pantauan pasar tradisional dan modern menjelang Lebaran 2026.

BISNIS24JAM.COM - Benarkah Lebaran 2026 menjadi momentum langka ketika petani, pedagang, dan konsumen sama-sama diuntungkan?

Bagaimana pemerintah menjaga keseimbangan harga agar semua pihak tersenyum?

Keseimbangan Harga Pangan Jaga Keuntungan Petani dan Keterjangkauan Konsumen Nasional

Kementerian Pertanian menegaskan kebijakan stabilisasi harga pangan difokuskan menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Baca Juga: Open House Idulfitri Prabowo Jadi Sorotan Publik Setelah Warga Unggah Isi Bingkisan yang Mereka Terima

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut strategi tersebut menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Menurutnya, harga yang terlalu rendah berpotensi merugikan petani sedangkan harga terlalu tinggi akan membebani konsumen.

“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga: Data Penerimaan Pajak Februari 2026 Tunjukkan Tren Positif, Dampaknya Terhadap Stabilitas APBN

Pendekatan keseimbangan harga tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi sektor pangan nasional.

Panen Raya Serentak Perkuat Pasokan Dan Stabilkan Harga Gabah Petani

Panen raya yang berlangsung pada Februari hingga April 2026 di berbagai daerah menjadi faktor penting peningkatan stok beras nasional.

Momentum panen tersebut memberikan dampak positif terhadap ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga gabah tetap kompetitif di tingkat petani.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Robert Fico Ungkap Krisis Energi Usai Pasokan Minyak Rusia Terhenti

Produksi beras nasional yang meningkat juga berkontribusi terhadap ketahanan stok nasional dalam menghadapi peningkatan permintaan Lebaran.

Halaman:

Tags

Terkini