NEWS SUMMARY:
- Harga kedelai di berbagai wilayah masih dalam rentang aman dengan variasi tertinggi di Sumatera dan terendah di Jawa
- Pemerintah menegaskan HAP sebagai instrumen utama pengendalian pasar kedelai nasional untuk menjaga keseimbangan harga
- Ancaman kenaikan harga tetap ada akibat ketergantungan impor sehingga pengawasan distribusi menjadi krusial
BISNIS24JAM.COM - Mengapa harga kedelai masih terkendali di tengah tekanan global yang terus meningkat?
Apakah kebijakan pemerintah benar-benar mampu melindungi pengrajin tahu dan tempe dari lonjakan harga bahan baku?
Pemerintah Pastikan Harga Kedelai Tetap Stabil Sesuai Acuan Nasional Berlaku
Pemerintah memastikan harga kedelai nasional masih terkendali dan sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) guna menjaga stabilitas produksi tahu dan tempe di Indonesia.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menegaskan harga kedelai masih dalam batas wajar sesuai ketentuan.
Ia menyampaikan koordinasi intensif dilakukan dengan importir untuk memastikan kenaikan harga tetap terkendali dan tidak memberatkan pengrajin.
“Harga masih dalam kategori wajar dan sesuai dengan harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bapanas, Selasa (14/04/2026).
Baca Juga: Dari Kasus Ilegal Hingga Lelang Triliunan, Ini Perjalanan Kapal MT Arman 114 yang Disita Negara
Rata-Rata Harga Kedelai Nasional Masih di Bawah Batas Maksimum HAP
Data Bapanas per Senin (13/04/2026) menunjukkan harga kedelai di DKI Jakarta berkisar antara Rp10.500 hingga Rp11.000 per kilogram.
Rata-rata harga di wilayah Jawa tercatat Rp10.555 per kilogram, sementara Sumatera berada di kisaran Rp11.450 per kilogram.
Di Sulawesi harga rata-rata mencapai Rp11.113 per kilogram, sedangkan Bali-NTB dan Kalimantan masing-masing Rp10.550 dan Rp10.908 per kilogram.
Baca Juga: Selat Hormuz Jadi Kunci Harga Energi Dunia Konflik Berkepanjangan Picu Lonjakan Biaya dan Industri
Meski terdapat wilayah seperti Aceh dan Sumatera Utara dengan harga hingga Rp12.000, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dalam batas acuan.
Artikel Terkait
ASEAN Perkuat Jaring Pengaman Keuangan Kawasan untuk Antisipasi Krisis Global dan Volatilitas Ekonomi
Rusia Dukung Indonesia Masuk BRICS, Ini Strategi Baru Indinesia Hadapi Persaingan Ekonomi Global
Masuk BRICS, Indonesia Perkuat Posisi Global dan Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi dengan Rusia
Reformasi Pasar Modal Indonesia Makin Ketat OJK Perkuat Aturan Demi Kepercayaan Investor Dan Stabilitas
Dari Kasus Ilegal Hingga Lelang Triliunan, Ini Perjalanan Kapal MT Arman 114 yang Disita Negara
Blokade Selat Hormuz Picu Krisis Energi IMF Sebut Harga Global Tak Mudah Turun Meski Damai
Selat Hormuz Jadi Kunci Harga Energi Dunia Konflik Berkepanjangan Picu Lonjakan Biaya dan Industri
Distribusi Energi Terganggu, Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak dalam Beberapa Pekan Mendatang
Investasi Indonesia Tumbuh di Tengah Krisis Global 2026 Stabilitas Jadi Kunci Kepercayaan Investor Dunia
Ancaman Harga Kedelai Global, Bagaimana Pemerintah Menahan Kenaikan Agar Tidak Bebani Pengrajin Lokal