pangan

Data Terbaru Stok Beras dan Komoditas Strategis Tunjukkan Tren Positif Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:20 WIB
Mentan Amran Sulaiman. Ketersediaan cabai di pasar tradisional meningkat setelah produksi nasional mengalami surplus pada awal 2026. (Dok. Instagram @a.amran_sulaiman)

“Produksi kita meningkat dan panen raya terjadi di banyak daerah sehingga stok nasional sangat kuat,” kata Andi Amran Sulaiman.

Kondisi ini memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan produksi pangan nasional sepanjang tahun 2026.

Baca Juga: Firman Soebagyo Desak Revisi UU Pajak untuk Hentikan Praktik Pungutan Berlapis yang Rugikan Masyarakat

Surplus Komoditas Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Hadapi Lonjakan Permintaan

Neraca pangan nasional menunjukkan sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus hingga April 2026.

Beras mencatat surplus sekitar 17,2 juta ton sementara cabai rawit surplus sekitar 105 ribu ton berdasarkan data Kementerian Pertanian.

Daging ayam mengalami surplus sekitar 727 ribu ton sedangkan bawang merah surplus sekitar 57 ribu ton dibanding kebutuhan nasional.

Baca Juga: KPK Beri Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas Dinilai Bisa Pengaruhi Kepercayaan Publik Terhadap Lembaga

Selain itu produksi cabai rawit merah pada Maret 2026 juga tercatat surplus sekitar 46.868 ton.

Kondisi surplus tersebut berdampak pada stabilitas harga cabai yang mulai terkendali dan cenderung menurun di pasar.

Kolaborasi Pemerintah Dan Pelaku Usaha Jaga Stabilitas Distribusi Pangan

Pemerintah menegaskan stabilitas pangan tidak hanya bergantung pada produksi tetapi juga kelancaran distribusi antarwilayah.

Baca Juga: Pajak Ganda Masih Terjadi, DPR Ungkap Dampaknya Terhadap Ekonomi Rakyat dan Kepatuhan Pajak

Koordinasi dilakukan bersama pelaku distribusi dan pengelola pasar guna memastikan ketersediaan pangan merata di seluruh daerah.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar maka harga akan stabil dan itu yang terus kita jaga,” kata Andi Amran Sulaiman.

Pengawasan distribusi juga diarahkan untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu gejolak harga.

Baca Juga: Perubahan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Ujian Kredibilitas KPK dalam Penegakan Hukum

Halaman:

Tags

Terkini