• Sabtu, 18 April 2026

Pendapatan Sektor Pertanian Melonjak Ratusan Triliun Dorong Ekonomi Nasional dan Perkuat Daya Beli Petani

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Sabtu, 18 April 2026 | 09:25 WIB
Aktivitas panen padi di sentra produksi menunjukkan peningkatan signifikan seiring transformasi pertanian modern berbasis teknologi. Mentan Amran Sulaiman. (Instagram.com @a.amran_sulaiman)
Aktivitas panen padi di sentra produksi menunjukkan peningkatan signifikan seiring transformasi pertanian modern berbasis teknologi. Mentan Amran Sulaiman. (Instagram.com @a.amran_sulaiman)

“Cadangan kita tertinggi sepanjang sejarah, kita pastikan stok cukup, harga stabil, dan petani tetap untung,” ujar Andi Amran Sulaiman, Jumat (17/4/2026).

Pendapatan Petani dan NTP Naik Tunjukkan Dampak Ekonomi Nyata

Total pendapatan sektor pertanian meningkat Rp437,25 triliun yang berasal dari kenaikan produksi dan kontribusi ekspor komoditas unggulan nasional.Baca Juga: Di Tengah Krisis Global Indonesia Justru Surplus Pupuk dan Siap Ekspor ke India dan Australiatahun terakhir, yang mencerminkan peningkatan daya beli dan kesejahteraan petani secara signifikan.

PDB sektor pertanian pada 2025 tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menjadikan sektor ini sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional.

Reformasi Struktural Dan Modernisasi Jadi Kunci Keberlanjutan Pertanian

Efisiensi biaya produksi berhasil ditekan hingga 50 persen dan produktivitas meningkat hingga 100 persen melalui penerapan teknologi pertanian modern.

Transformasi ini diperkuat deregulasi kebijakan serta pemberantasan praktik mafia pangan yang selama ini menghambat distribusi dan produksi.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil Hingga 2026, Stok Energi Nasional Aman dan Terjaga

“Kita bereskan dari hulu sampai hilir, hasilnya pertanian tumbuh, petani sejahtera, dan Indonesia semakin kuat,” tegas Andi Amran Sulaiman.

Sebagai latar belakang, tren penguatan ini melanjutkan kebijakan pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan dan hilirisasi komoditas sejak beberapa tahun terakhir.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X