bisnis

Rekor Pertanian 2025: Produksi Beras Tertinggi, Stok 4 Juta Ton, dan Inflasi Pangan Tetap Terkendali

Jumat, 2 Januari 2026 | 08:20 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman . (Instagram.com @a.amran_sulaiman)

BISNIS24JAM.COM - Apakah rekor produksi pangan nasional benar-benar dirasakan petani hingga ke sawah dan ladang mereka?

Sejauh mana kebijakan harga, pupuk, dan deregulasi mampu mengubah wajah kesejahteraan petani Indonesia pada 2026?

Produksi dan Harga Memberi Kepastian Pendapatan Petani

Produksi beras nasional 2025 tercatat 34,77 juta ton berdasarkan data resmi BPS.

Baca Juga: Media Digital Bukan Sekadar Penyalur Berita: AMDI Dorong Orkestrasi Komunikasi Kebijakan Berbasis Data

Pemerintah menetapkan harga gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram sejak Januari 2025.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan kebijakan harga bertujuan menjaga kepastian usaha tani.

“Petani harus mendapat harga layak agar produksi berkelanjutan,” ujar Amran di situs resmi.

Baca Juga: Jejak Wirastuty Fangiono, Dari Korporasi Sawit Hingga Masuk Daftar Orang Terkaya Forbes

Nilai Tukar Petani dan Biaya Produksi Mengalami Perbaikan

Nilai Tukar Petani mencapai 124,36 pada September 2025 menurut BPS.

Angka tersebut mencerminkan peningkatan daya beli petani dibandingkan biaya produksi dan konsumsi.

Penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen mulai Oktober 2025 menekan biaya usaha tani.

Baca Juga: 127 Gunung Api Aktif Indonesia, Bahlil Lahadalia Soroti Peran Pengamat Saat Semeru Meningkat

Kebijakan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025.

Deregulasi Pupuk Percepat Akses Dan Distribusi

Pemerintah memangkas 145 regulasi pupuk melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025.

Halaman:

Tags

Terkini