BISNIS24JAM.COM - Apakah kekuatan ekonomi global pada 2025 masih ditentukan oleh teknologi, atau justru kembali pada siapa yang menguasai tambang mineral dunia?
Di tengah transisi energi dan konflik geopolitik, negara mana yang benar-benar memegang kendali rantai pasok sumber daya strategis dunia?
Penguasaan tambang mineral kembali menjadi indikator utama kekuatan ekonomi dan geopolitik global pada 2025.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Capai 3,39 Juta Ton, Pemerintah Naikkan Target Serapan 2026 Jadi 4 Juta Ton
Seiring melonjaknya kebutuhan energi bersih, kendaraan listrik, dan industri manufaktur berteknologi tinggi.
Laporan menunjukkan delapan negara mendominasi produksi dan cadangan mineral strategis dunia, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.
Dominasi Mineral Strategis Menentukan Kekuatan Global Masa Kini
Australia menempati posisi teratas sebagai negara penguasa pertambangan global dengan produksi litium, bijih besi, dan bauksit terbesar dunia berdasarkan data Geoscience Australia.
Baca Juga: Isu Kehilangan Dana Ramai, INDODAX Tegaskan Sistem Aman Dan Ungkap Faktor Eksternal Akses Ilegal
Chile menguasai lebih dari 50 persen cadangan litium global dan menjadi produsen tembaga terbesar dunia menurut United States Geological Survey atau USGS.
Tiongkok mendominasi lebih dari 60 persen logam tanah jarang dunia yang krusial bagi industri teknologi tinggi, menurut data resmi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok.
Rusia tetap menjadi pemain utama emas, nikel, dan aluminium meskipun menghadapi sanksi internasional, berdasarkan laporan World Mining Data 2024.
Baca Juga: Polda NTB Ungkap Tambang Emas Ilegal Sekotong, Alat Berat dan Bahan Kimia Jadi Bukti Kunci
Amerika Utara dan Amerika Latin Mengunci Rantai Pasok
Kanada memproduksi lebih dari 60 jenis mineral dan berada di lima besar dunia untuk uranium, potash, dan kobalt menurut Natural Resources Canada.
Republik Demokratik Kongo menjadi pusat kobalt dunia dengan kontribusi lebih dari 70 persen pasokan global berdasarkan laporan International Energy Agency.
Artikel Terkait
CBA Tekankan Pentingnya Panggil Komisaris United Tractors dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM
Indonesia Catat 1,6 Miliar Dolar AS Investasi Halal 2025, Posisi Global Ketiga Terkuat
Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS, Ini Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Desember 2025
Romo FX Mudji Sutrisno Wafat di Usia 71 Tahun, Serikat Yesus Umumkan Misa Requiem Dua Hari
4 Organisme Berbahaya Ditemukan pada 72 Ton Bawang Bombai Ilegal di Surabaya Jawa Timur
Prajogo Pangestu Masuk dalam Peringkat 11 Asia, Ini Daftar 20 Orang Terkaya Asia Desember 2025
Bunga Utang APBN 2025 Tembus Rp500 Triliun, Indef Peringatkan Tekanan Serius Ruang Fiskal
Polda NTB Ungkap Tambang Emas Ilegal Sekotong, Alat Berat dan Bahan Kimia Jadi Bukti Kunci
Isu Kehilangan Dana Ramai, INDODAX Tegaskan Sistem Aman Dan Ungkap Faktor Eksternal Akses Ilegal
Stok Beras Bulog Capai 3,39 Juta Ton, Pemerintah Naikkan Target Serapan 2026 Jadi 4 Juta Ton