Sebagai latar belakang, krisis finansial 2008 menurunkan pertumbuhan Indonesia dari enam persen menjadi sekitar 4,6 persen, sementara pandemi 2020 sempat menyebabkan kontraksi minus 2,1 persen.
Dr. Aswin Rivai menegaskan peningkatan risiko resesi global harus dilihat sebagai peringatan dini agar Indonesia memperkuat strategi antisipatif, bukan sekadar respons reaktif.****
Artikel Terkait
Papua Nugini Uji Coba 4 Hari Kerja untuk Efisiensi BBM dan Stabilitas Fiskal Negara Berkembang Modern
Langkah Unik Papua Nugini Kurangi Konsumsi BBM Lewat WFH Rabu, Ini Dampak Ekonominya Bagi Industri
Dugaan Penggelapan Dana Jemaat Gereja Rp28 Miliar, Oknum BNI Kabur ke Australia Jadi Buronan Interpol
Polda Sumut Ungkap Modus Dugaan Fraud Dana Jemaat Rp28 Miliar, Mantan Kepala Kas BNI Jadi Tersangka
Penertiban PETI Mandailing Natal Berlanjut, Polisi Sita Ekskavator dan Selidiki Pemodal Tambang Emas Tanpa Izin
Tambang Emas Ilegal Sumut Digerebek, 17 Tersangka Ditangkap, Aparat Fokus Usut Aktor Intelektual Kasus PETI
140 Juta Barel Minyak Iran Dilepas ke Pasar Global, Ini Dampaknya Terhadap Harga Minyak Dunia
Produksi Batu Bara Naik, Jaga Pasokan Energi Dalam Negeri dan Peluang Ekspor Saat Harga Tinggi
Mengapa Saudi Aramco Kurangi Pasokan Minyak ke Asia Saat Permintaan Energi Mulai Pulih Kembali
Dampak Kebijakan Energi Filipina Terhadap Harga BBM Inflasi Transportasi dan Ketahanan Energi Nasional