NEWS SUMMARY:
- Optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 didukung konsumsi rumah tangga yang menjadi kontributor terbesar terhadap PDB nasional.
- Koordinasi Bank Indonesia dan pemerintah menjaga inflasi pada target 2,5 plus minus satu persen demi stabilitas ekonomi domestik.
- Reformasi struktural dan hilirisasi industri dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka panjang.
BISNIS24JAM.COM - Seberapa realistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,5% di tengah dinamika ekonomi global yang berubah cepat?
Faktor apa saja yang membuat investor tetap percaya pada stabilitas ekonomi Indonesia saat ini?
Keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia 2026 kembali disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai indikator makro ekonomi masih menunjukkan tren positif.
Baca Juga: Aktivasi Sumur Gas Bentu dan Temuan Minyak Baru Dorong Bisnis Energi Mega Persada Tumbuh Tahun Ini
Ia menyatakan ketahanan sektor perbankan, stabilitas inflasi, serta kekuatan konsumsi domestik menjadi faktor utama yang menjaga optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Purbaya menegaskan Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang baik dengan dukungan kebijakan ekonomi yang terjaga konsistensinya hingga saat ini.
Stabilitas Sistem Keuangan Jadi Penopang Utama Kepercayaan Investor Domestik
Purbaya mengatakan stabilitas sistem keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Samin Tan Ditahan dalam Kasus Korupsi Tambang, Ini Langkah Penyidikan Kejaksaan Agung Selanjutnya
Ia menilai kesehatan perbankan tercermin dari rasio permodalan yang kuat serta manajemen risiko yang semakin baik dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan sistem keuangan Indonesia berada dalam posisi yang siap menghadapi potensi tekanan ekonomi global.
Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter Jaga Stabilitas Makroekonomi Indonesia
Purbaya menilai sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi kunci dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional.
Baca Juga: ESDM dan Kemenkeu Siapkan Jurus Baru Tingkatkan Penerimaan Negara dari Sektor Energi Nasional
Ia menjelaskan kebijakan fiskal yang terukur serta kebijakan moneter yang kredibel mampu menjaga stabilitas nilai tukar serta ekspektasi inflasi.
Artikel Terkait
Keputusan Jepang Lepas Cadangan Energi Jadi Momentum Uji Ketahanan Pasar Minyak Global 2026
Istana Jadi Saksi Penguatan Hubungan Indonesia dan Tiongkok dalam Agenda Strategis dan Stabilitas Regional
Prabowo Gandeng Ray Dalio Promosikan Peluang Investasi ke Investor Global Sektor Energi dan Industri
Prabowo Terima Anwar Ibrahim, Bahas Stabilitas Kawasan ASEAN Hadapi Geopolitik dan Ketidakpastian Ekonomi
Konflik Asia Barat Jadi Sorotan, Prabowo dan Anwar Perkuat Diplomasi Demi Stabilitas Ekonomi Regional
Kasus Tambang Samin Tan Jadi Perhatian, Ini Kronologi Dugaan Korupsi Pertambangan Kalteng Terbaru
Samin Tan Ditahan dalam Kasus Korupsi Tambang, Ini Langkah Penyidikan Kejaksaan Agung Selanjutnya
Penemuan Cadangan Minyak Riau Jadi Momentum Energi Mega Persada Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Aktivasi Sumur Gas Bentu dan Temuan Minyak Baru Dorong Bisnis Energi Mega Persada Tumbuh Tahun Ini
ESDM dan Kemenkeu Siapkan Jurus Baru Tingkatkan Penerimaan Negara dari Sektor Energi Nasional