Pemerintah Kawal Implementasi Agar Kerja Sama Tidak Berhenti Seremonial
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah fokus memastikan implementasi konkret dari seluruh kesepakatan yang dihasilkan.
"Sehingga total keseluruhan mencapai 33,89 miliar Dolar AS atau sekitar Rp575 triliun," kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia.
Pemerintah menilai realisasi kerja sama menjadi kunci agar diplomasi menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Sejumlah pemberitaan media arus utama sebelumnya menyoroti pentingnya diplomasi ekonomi Indonesia dalam menjaga daya saing kawasan Indo Pasifik.
Hubungan Indonesia dengan Jepang dan Korea Selatan selama ini dikenal kuat dalam sektor industri otomotif, elektronik, dan investasi manufaktur.
Kunjungan Presiden ini dinilai melanjutkan tradisi diplomasi aktif Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis dengan ekonomi maju Asia.****
Artikel Terkait
WFH ASN dan Gerakan Hemat Energi Nasional, Ini Sektor yang Tetap Wajib Bekerja dari Kantor Setiap Hari
Strategi Turnaround Garuda Terlihat di 2026 Setelah Injeksi Modal Jumbo dan Restrukturisasi Operasional
Anthony Budiawan Soroti Pentingnya Kritik Pengamat Ekonomi Sebagai Early Warning System Stabilitas Ekonomi
Prabowo Bawa Investasi Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi
Garuda Indonesia Hentikan Rute Jakarta Bengkulu, Sinyal Perubahan Besar Industri Penerbangan Domestik
Harga Energi Global Naik Tajam, Pemerintah Pastikan BBM Indonesia Tetap Stabil Demi Jaga Daya Beli
Minyak Rusia Jadi Rebutan Asia, Akankah Indonesia Ikut Amankan Energi Murah Demi Stabilitas Ekonomi
Serikat Buruh Ungkap Penyebab PHK Massal Jabar, Dari Impor Hingga Risiko Krisis Energi Industri
Selat Hormuz dalam Sejarah Dunia Jalur Dagang Kuno yang Kini Jadi Kunci Stabilitas Energi Global
Pemerintah Prioritaskan Wilayah Stunting Tinggi dalam Kebijakan Baru Program Makan Bergizi Gratis