ekonomi

Jumlah Investor Tembus 13 Juta, Anindya Bakrie Tekankan Edukasi Cegah Risiko Saham Gorengan

Selasa, 3 Februari 2026 | 14:20 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menekankan pentingnya edukasi investor ritel untuk mencegah risiko saham gorengan di pasar modal. (Facebook.com @Anindya Bakrie)

FINANCE 24 JAM - Mengapa praktik saham gorengan terus berulang meski regulasi diperketat dan jumlah investor ritel meningkat pesat setiap tahun?

Apakah literasi keuangan publik cukup kuat menghadapi godaan keuntungan instan di tengah volatilitas pasar modal?

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai fenomena saham gorengan mencerminkan tantangan serius literasi keuangan nasional.

Baca Juga: Aksi Jual Asing Tekan Saham Telkom Indonesia Saat MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal 2026

Ia menyebut euforia pasar tanpa pemahaman fundamental berisiko menciptakan kerugian massal bagi investor ritel.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas maraknya perbincangan saham berfluktuasi ekstrem di media sosial.

Saham Gorengan Cerminkan Rendahnya Literasi Pasar Modal

Anindya Bakrie menjelaskan saham gorengan umumnya bergerak tanpa dukungan kinerja korporasi yang sehat.

Baca Juga: Saham Alami Penurunan, Valuasinya Tinggi Namun Tanpa Dukungan Kinerja Fundamental Korporasi

Ia menilai pola ini sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk meraih keuntungan jangka pendek.

Investor ritel yang minim literasi menjadi kelompok paling rentan terdampak.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan transaksi ritel signifikan sejak pandemi, didorong kemudahan aplikasi digital.

Namun, kemudahan akses tidak selalu diiringi pemahaman risiko investasi yang memadai, kondisi ini memperbesar potensi kesalahan keputusan investasi.

Baca Juga: Pengalihan Tambang Martabe ke Perminas Picu Kepastian Hukum dan Iklim Investasi Indonesia

Anindya menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar investor mampu membedakan spekulasi dan investasi.

Halaman:

Tags

Terkini