Pemahaman fundamental dinilai sebagai alat utama mitigasi risiko, tanpa literasi kuat, pasar berisiko kehilangan kredibilitas.
Peran Regulator Menjaga Integritas Pasar Modal Nasional
Menurut Anindya, regulator memiliki peran strategis menekan praktik manipulasi harga saham.
Baca Juga: Rating Indonesia Dipangkas Nomura Setelah Goldman Sachs Dan UBS, IHSG Tertekan Hingga 8 Persen
Pengawasan transaksi tidak wajar harus dilakukan secara konsisten dan transparan, penegakan hukum dinilai penting sebagai efek jera.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).dan BEI telah mengembangkan sistem pemantauan perdagangan real time.
Langkah ini bertujuan mendeteksi pola transaksi mencurigakan sejak dini, Anindya menilai upaya tersebut perlu terus diperkuat.
Baca Juga: 190 Negara Anggota Interpol, Indonesia Deteksi Muhammad Riza Chalid dan Siapkan Proses Hukum
Ia juga mendorong keterbukaan informasi dari emiten agar investor memperoleh data yang seimbang.
Transparansi menjadi prasyarat pasar yang adil dan efisien, kepercayaan investor bergantung pada kualitas informasi publik.
Investasi Sehat Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang
Anindya Bakrie mengajak investor ritel fokus pada investasi berbasis nilai jangka panjang.
Baca Juga: Danantara Mulai Borong Saham BUMN Februari, Ini Kriteria Blue Chip dan Strategi untuk Stabilkan IHSG
Ia menilai pendekatan ini lebih stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, investasi sehat akan memperkuat struktur permodalan korporasi.
Data OECD menunjukkan pasar modal yang stabil berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Indonesia dinilai berada di jalur tepat jika literasi keuangan terus ditingkatkan, investor cerdas menjadi aset penting perekonomian.