BISNIS24JAM.COM - Siapa sebenarnya yang diuntungkan dari pertarungan narasi terkait dugaan kasus tambang emas Tumpang Pitu?
Apakah opini publik berpotensi menggeser fokus dari substansi hukum menuju konflik persepsi di ruang digital?
Kontroversi Narasi Digital Seputar Dugaan Kasus Tambang Emas Banyuwangi
Dinamika opini publik terkait dugaan pelanggaran pengalihan izin tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi kini berkembang di ruang digital.
Kelompok Pegiat Anti Korupsi menilai terdapat upaya pembentukan persepsi yang berpotensi mengaburkan fokus penyelidikan hukum.
Koordinator kelompok tersebut, Ance Prasetyo, menyebut narasi tanpa data berisiko memicu kesimpulan prematur di masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya mengedepankan fakta hukum dibanding opini yang tidak didukung dokumen.
Menurutnya, publik perlu mendapatkan informasi berbasis data agar tidak terjebak spekulasi.
Permintaan Profiling Aktor Dinilai Penting untuk Menjaga Objektivitas Informasi
Ance Prasetyo meminta KPK melakukan pemetaan aktor yang terlibat dalam pembentukan opini terkait kasus tersebut.
Ia mengatakan profiling penting untuk memahami arah kepentingan dan jaringan komunikasi yang berkembang.
"Profiling dapat dilakukan mulai identifikasi aktor hingga pemetaan arah kepentingan," ujar Ance Prasetyo.
Ia menambahkan pendekatan tersebut lazim dalam investigasi untuk memastikan objektivitas informasi.