• Sabtu, 18 April 2026

Strategi Energi Berubah, Implementasi B50 Perkuat Kemandirian Energi dan Tekan Subsidi Negara

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Kamis, 9 April 2026 | 21:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan potensi penghematan subsidi Rp48 triliun dari kebijakan biodiesel B50 yang akan diterapkan nasional mulai Juli 2026.  (Dok. Instagram @airlanggahartarto_official)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan potensi penghematan subsidi Rp48 triliun dari kebijakan biodiesel B50 yang akan diterapkan nasional mulai Juli 2026. (Dok. Instagram @airlanggahartarto_official)

NEWS SUMMARY:

  • Mandatori B50 menjadi bagian transisi energi Indonesia menuju energi terbarukan dan ramah lingkungan berbasis biodiesel sawit nasional.
  • Pengurangan impor BBM melalui B50 diharapkan mampu menekan defisit neraca energi serta meningkatkan efisiensi devisa negara.
  • Indonesia memperkuat posisi sebagai pionir biodiesel global setelah keberhasilan program B40 diterapkan nasional sejak 2025.

BISNIS24JAM.COM - Mampukah kebijakan biodiesel B50 benar-benar menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM sekaligus menghemat subsidi energi negara?

Apakah langkah ini juga akan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian harga energi global yang terus bergejolak?

Kebijakan Biodiesel B50 Jadi Strategi Pemerintah Tekan Subsidi Energi Nasional

Pemerintah menargetkan penghematan subsidi energi hingga Rp48 triliun per tahun melalui implementasi kebijakan biodiesel B50 yang dijadwalkan berlaku mulai Selasa (1/7/2026).

Baca Juga: BPS Catat Harga Gabah Tak Pernah Jatuh di Bawah HPP, Apa Dampaknya Bagi Petani Indonesia

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi energi nasional menuju sumber energi lebih berkelanjutan.

Menurut Airlangga, kebijakan B50 mampu menekan konsumsi bahan bakar fosil sekaligus mengurangi beban subsidi negara secara signifikan.

Ia menyatakan penghematan tersebut berasal dari berkurangnya konsumsi solar berbasis impor serta meningkatnya pemanfaatan biodiesel berbahan minyak sawit domestik.

Baca Juga: Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik

Selain itu, implementasi B50 diproyeksikan dapat menekan impor solar hingga sekitar 4 juta kiloliter setiap tahun.

Implementasi B50 Dorong Ketahanan Energi Nasional dan Kurangi Impor Solar

Program B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis crude palm oil dengan 50 persen solar yang dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Airlangga Hartarto menjelaskan kebijakan ini juga menjadi upaya pemerintah menghadapi volatilitas harga energi global yang berdampak pada anggaran negara.

Baca Juga: Pengawasan Distribusi BBM Subsidi Diperkuat, Ini Strategi Polri Cegah Kebocoran Subsidi Energi Nasional I

Menurutnya, kebijakan biodiesel juga memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan konsumsi minyak sawit domestik serta menjaga stabilitas sektor perkebunan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X