• Sabtu, 18 April 2026

SBY Sebut Perang Timur Tengah Bisa Berdampak ke Semua Negara dan Picu Krisis Ekonomi Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Rabu, 15 April 2026 | 15:53 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pandangan terkait dampak perang Amerika Serikat dan Iran terhadap stabilitas ekonomi global dalam forum internasional. (Dok. Instagram @sb.yudhoyono)
Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pandangan terkait dampak perang Amerika Serikat dan Iran terhadap stabilitas ekonomi global dalam forum internasional. (Dok. Instagram @sb.yudhoyono)

NEWS SUMMARY:

  • SBY menyampaikan kekhawatiran atas dampak perang Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global.
  • Konflik disebut tidak hanya berdampak regional tetapi juga memicu krisis ekonomi lintas negara.
  • Solusi damai melalui kompromi dinilai penting untuk mencegah dampak yang lebih luas

BISNIS24JAM.COM - Apakah konflik Amerika Serikat dan Iran bisa memicu krisis global yang lebih luas?

Seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi Indonesia dan kehidupan sehari-hari masyarakat dunia?

SBY Soroti Dampak Perang Global dan Ancaman Ekonomi Dunia

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah Susilo Bambang Yudhoyono memperingatkan dampak luas konflik tersebut terhadap stabilitas global.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo - Macron di Paris Soroti Kerja Sama Strategis Indonesia - Prancis dan Peluang Ekonomi

Dalam acara yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026), SBY menegaskan bahwa perang berkepanjangan akan mengguncang ekonomi dunia.

SBY yang menjabat Presiden RI periode 2004–2014 menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berpotensi memicu krisis ekonomi global.

Ia menekankan bahwa seluruh negara, termasuk Indonesia, akan terkena efek domino dari ketidakstabilan geopolitik tersebut.

Baca Juga: Investor Global Mulai Kembali Ke Saham AS Setelah BlackRock Naikkan Outlook dan Risiko Menurun

Pentingnya Kompromi dalam Negosiasi untuk Mengakhiri Konflik Global

SBY menyoroti bahwa solusi konflik tidak dapat dicapai tanpa kompromi dari semua pihak yang terlibat dalam negosiasi.

Menurutnya, setiap pihak harus bersedia mengambil langkah mundur demi mencapai kesepakatan yang lebih besar dan berkelanjutan.

“Tidak ada resep ajaib untuk sebuah kesepakatan, perlu ada take and give, compromise,” ujar SBY dalam forum tersebut.

Baca Juga: Harga Pupuk dan Plastik Naik, Ekonomi Indonesia Hadapi Ancaman Inflasi Meski Tetap Tumbuh Stabil

Ia menambahkan bahwa kesediaan untuk mengalah sebagian merupakan kunci utama dalam meredakan konflik internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X