NEWS SUMMARY:
- Diplomasi energi Indonesia menghasilkan komitmen pasokan minyak mentah dari Rusia untuk kebutuhan domestik
- Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu
- Pemerintah memastikan strategi diversifikasi pasokan berjalan untuk menjaga stabilitas energi nasional
BISNIS24JAM.COM - Akankah pasokan minyak dari Rusia menjadi solusi jangka pendek bagi ketahanan energi Indonesia?
Mampukah langkah diplomasi energi ini menekan beban impor hingga jutaan barel per hari?
Diplomasi Energi Indonesia Rusia Perkuat Pasokan Minyak Nasional Hingga Akhir Tahun
Pemerintah Indonesia memastikan pasokan minyak mentah nasional relatif aman hingga akhir tahun setelah adanya komitmen suplai dari Rusia melalui jalur diplomasi energi tingkat tinggi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hasil pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow kepada Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/4/2026).
“Alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM Republik Indonesia.
Kebutuhan Impor Minyak Indonesia Capai Satu Juta Barel Per Hari
Indonesia saat ini masih bergantung pada impor minyak mentah sekitar satu juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.
Baca Juga: Minyakita Tidak Selalu Tersedia, Ini Penjelasan Mendag Soal Hubungan Ekspor CPO dan Pasokan Domestik
Dalam konteks tersebut, pemerintah aktif mencari sumber pasokan alternatif guna menjaga stabilitas energi di tengah dinamika geopolitik global.
Bahlil menegaskan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung Presiden untuk memastikan cadangan energi nasional tetap aman sepanjang tahun berjalan.
Pemerintah Pastikan Harga Impor Minyak Kompetitif Sesuai Harga Pasar Global
Pemerintah menegaskan bahwa setiap kontrak impor minyak harus memenuhi prinsip efisiensi dengan harga minimal setara atau lebih rendah dari harga pasar internasional.
“Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih dari harga pasar,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM Republik Indonesia.