Kalkulasi Risiko Membuat Aksi Militer Langsung Masih Dihindari Banyak Pihak
Pengambil kebijakan global disebut masih mempertimbangkan dampak ekonomi luas sebelum memutuskan langkah militer terhadap infrastruktur energi Iran.
Sejumlah pengamat keamanan internasional menyebut stabilitas pasokan energi dunia menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan strategis kawasan tersebut.
Baca Juga: Distribusi Program Makan Bergizi Gratis Perlu Fokus Daerah Miskin Agar Anggaran Tepat Sasaran
Farhad Kamali menegaskan pendekatan diplomasi dan tekanan ekonomi masih dianggap opsi paling rasional dibanding eskalasi konflik terbuka berisiko tinggi.****
Artikel Terkait
Penanaman Jagung Serentak 2026 Jadi Langkah Besar Perkuat Ketahanan Pangan dan Produksi Jagung
Ketegangan Timur Tengah, Tiongkok Dukung Mojtaba Khamenei dan Serukan Hormati Kedaulatan Iran
Polemik Kebijakan Impor Kendaraan Agrinas Jadi Ujian Transparansi Korporasi Negara Dukung Ketahanan Pangan
AS Tegaskan Target Perang Iran Belum Selesai, Rusia Diminta Tak Terlibat Konflik Kawasan Timur Tengah
Prabowo Ingatkan Bahaya Korupsi dan Penyelewengan dalam Pidato Nuzulul Qur’an di Istana Negara Jakarta
Prabowo Tegaskan Pemerintahan Bersih Syarat Negara Maju dalam Peringatan Nuzulul Qur’an Di Istana Negara
Program Makan Bergizi Gratis Antara Harapan Mengatasi Stunting dan Tantangan Pengawasan Anggaran
Impor 105 Ribu Pikap Kopdes Ditunda, Ini Penjelasan Menķop Soal Peran PT Agrinas Pangan Nusantara
Penertiban Tambang Ilegal Lampung Jadi Sorotan Setelah Aparat Temukan 315 Mesin Gilingan Emas Aktif
Prabowo Ungkap Strategi Hadapi Krisis Global Lewat Swasembada Pangan dan Energi Berbasis SDA