• Sabtu, 18 April 2026

Pasar Global Bereaksi Positif Atas Jeda Konflik Iran, Investor Pantau Arah Negosiasi AS Berikutnya

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40 WIB
Presiden AS Donald Trump. Gedung Putih menjadi pusat pengumuman kebijakan geopolitik penting terkait konflik Iran yang berdampak pada ekonomi global. (Dok. Instagram @realdonaldtrump)
Presiden AS Donald Trump. Gedung Putih menjadi pusat pengumuman kebijakan geopolitik penting terkait konflik Iran yang berdampak pada ekonomi global. (Dok. Instagram @realdonaldtrump)

NEWS SUMMARY:

  • Konflik tiga minggu Amerika Serikat dan Iran berdampak pada distribusi energi dan memicu volatilitas harga minyak dunia.
  • Selat Hormuz jadi fokus negosiasi karena dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global yang menentukan harga energi.
  • Periode jeda dinilai krusial bagi diplomasi sekaligus ujian komitmen kedua pihak menuju stabilitas kawasan.

BISNIS24JAM.COM - Seberapa besar pengaruh keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat terhadap stabilitas harga minyak dunia?

Apakah jeda konflik Iran ini benar-benar menjadi sinyal pemulihan ekonomi global yang sempat terguncang perang?

Pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang penghentian sementara serangan terhadap Iran langsung memicu reaksi positif pasar global.

Baca Juga: Data Penerimaan Pajak Februari 2026 Tunjukkan Tren Positif, Dampaknya Terhadap Stabilitas APBN

Kebijakan jeda lima hari yang diumumkan Selasa (24/03/2026) memicu optimisme investor terhadap potensi deeskalasi konflik energi global.

Langkah ini muncul setelah Trump mengklaim adanya kemajuan diplomasi signifikan antara Washington dan Teheran setelah dua hari komunikasi intensif.

Pasar menilai peluang stabilitas kawasan meningkat meskipun belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan kedua negara.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Robert Fico Ungkap Krisis Energi Usai Pasokan Minyak Rusia Terhenti

Pengumuman Jeda Konflik Langsung Tekan Harga Minyak Dunia Signifikan

Harga minyak Brent dilaporkan turun lebih dari 14 persen hingga sekitar 96 Dolar AS per barel setelah pengumuman tersebut. Harga minyak WTI juga melemah lebih dari 14 persen menuju kisaran 84,37 Dolar AS per barel.

Penurunan tajam tersebut menunjukkan sensitivitas pasar energi terhadap perkembangan geopolitik yang berpotensi mempengaruhi pasokan global.

Pasar saham Wall Street juga mencatat penguatan dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones naik lebih dari satu persen karena ekspektasi meredanya konflik.

Baca Juga: Firman Soebagyo Desak Revisi UU Pajak untuk Hentikan Praktik Pungutan Berlapis yang Rugikan Masyarakat

Stabilitas Selat Hormuz Jadi Faktor Kunci Kepercayaan Investor Global

Selat Hormuz memiliki peran vital karena menjadi jalur utama distribusi minyak global yang menentukan stabilitas harga energi internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X