BISNIS24JAM.COM - Seberapa besar risiko politik jika Polri kembali ditempatkan di bawah struktur kementerian?
Apakah pernyataan “lebih baik jadi petani” dari Kapolri menandai garis tegas terhadap intervensi kekuasaan dalam reformasi kepolisian?
Raker DPR Menjadi Panggung Sikap Institusional Kapolri
Rapat Kerja Kapolri bersama Komisi III DPR RI pada 26 Januari 2026 memunculkan pernyataan keras terkait masa depan kelembagaan Polri.
Baca Juga: Pencabutan HGU oleh ATR BPN Tak Hentikan Kejagung KPK Memproses Pidana Kasus Sugar Group
Forum tersebut digelar di tengah diskursus publik mengenai revisi UU Polri dan arah reformasi birokrasi sektor keamanan.
Kapolri menyampaikan pandangan strategis yang menempatkan independensi institusi sebagai prioritas utama.
Pesan WhatsApp dan Simbol Penolakan Kekuasaan
Kapolri mengungkap pernah menerima pesan WhatsApp berisi tawaran jabatan Menteri Kepolisian jika struktur tersebut dibentuk.
Baca Juga: Sriwijaya Masuk Energi Surya Investasi 20 Juta Dolar AS Di Proyek PLTS Terbesar Morowali Sulteng
Ia menilai tawaran tersebut tidak sejalan dengan semangat reformasi yang memisahkan Polri dari struktur politik praktis.
Penolakan itu ditegaskan sebagai sikap personal yang merepresentasikan kepentingan institusi jangka panjang.
Bahaya Matahari Kembar dalam Sistem Keamanan Nasional
Kapolri menilai keberadaan Menteri Kepolisian berpotensi menciptakan dualisme komando dalam pengelolaan keamanan nasional.
Baca Juga: CBA Nilai Tender Infrastruktur Bekasi Rp10,08 Miliar Berindikasi Kompetisi Semu Dari Data Peserta
Struktur tersebut dinilai dapat melemahkan posisi Presiden sebagai pemegang kendali tertinggi atas aparat keamanan.
Menurut Kapolri, pengalaman negara lain menunjukkan tumpang tindih otoritas berdampak pada lambannya respons keamanan.
Artikel Terkait
Audit Lingkungan Pemerintah Cabut IUP Martabe Dampak 3000 Pekerja Lokal dan Pasar Saham Nasional
2 Petinggi Sugar Group Dicekal Kejagung Terkait Penyidikan TPPU dan Mafia Peradilan dan Hukum
Daftar Korporasi BUMN Berutang Rp 3,7 Triliun ke Bank BJB Terungkap dalam Diskusi Danantara Bandung
Bapanas Pastikan Harga Pangan Sesuai HET, Inflasi Pangan Desember 2025 Tercatat 2,74 Persen
Greenland Temukan 28 Juta Ton Logam Tanah Jarang, Barat Melihat Peluang Baru Kurangi Tiongkok
Sriwijaya Investasi 20 Juta Dolar AS Ke PLTS 262 MWp Morowali dengan BESS untuk Industri Berkelanjutan
Kementan Sebut Dugaan Korupsi Rp27 Miliar Bukan Opini, Didukung dengan Bukti Audit yang Resmi
11 Penambang Ilegal Tewas di Pongkor: Risiko Tambang Tanpa Izin dan Tantangan Ekonomi Warga
Purbaya Kritik Alasan Ekonomi Global Saat 90 Persen Aktivitas RI Bertumpu Permintaan Dalam Negeri
ESDM Catat Sebanyak 1.592 Dokumen Masuk, Namun 45 IUP Tambang Tetap Terancam Dicabut