BISNIS24JAM.COM - Apakah kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat akan menjadi motor baru industrialisasi nasional di tengah persaingan global?
Mampukah perjanjian dagang besar ini membuka lapangan kerja dan menjadikan Indonesia basis produksi strategis di kawasan Indo-Pasifik?
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen memperkuat kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat melalui perjanjian perdagangan yang akan ditandatangani pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Baca Juga: Strategi Hilirisasi Danantara Disiapkan untuk Percepat Investasi Asing dan Industrialisasi Modern
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Forum Bisnis di US Chamber of Commerce, Washington D.C., Rabu (18/2/2026), yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara.
Prabowo menilai perjanjian perdagangan tersebut akan memberi kepastian bagi dunia usaha, memperluas akses pasar, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Pasifik.
Kerja Sama Strategis Indonesia Amerika Serikat Percepat Industrialisasi Nasional
Prabowo menyatakan pemerintah mencari mitra jangka panjang untuk mendorong modernisasi industri nasional dan memperkuat basis produksi dalam negeri.
Ia mengajak korporasi Amerika Serikat berinvestasi dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi regional yang kompetitif dan stabil secara ekonomi.
“Kita mencari mitra serius dan berjangka panjang untuk modernisasi dan industrialisasi negara saya,” ujar Prabowo Subianto.
Perjanjian Dagang Baru Beri Kepastian Bagi Pelaku Usaha
Menurut Prabowo, perjanjian perdagangan besar tersebut memberikan sinyal kuat bahwa kedua negara berkomitmen memperdalam kerja sama ekonomi berkelanjutan.
Baca Juga: Prabowo Paparkan MBG, Danantara, dan Pemberantasan Korupsi untuk Yakinkan Investor Amerika Serikat
Kesepakatan ini diharapkan memberi kepastian hukum dan regulasi bagi investor serta pelaku usaha lintas sektor di kedua negara.
Prabowo menilai kepastian bisnis akan meningkatkan kepercayaan investor global terhadap stabilitas dan arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Artikel Terkait
Data Lengkap Denda Tambang Nikel Ilegal Maluku Utara dan Daftar Korporasi yang Disanksi Pemerintah
Fakta Struktur Saham Korporasi Panas Bumi Asing di Maluku dan Sulut Jadi Perbincangan Publik
Penindakan Tambang Nikel Maluku Utara Picu Kritik Publik, Sanksi Denda Belum Diikuti Proses Pidana
IFG Gandeng Lembaga Keuangan Hong Kong Perkuat Asset Liability Management Industri Asuransi
Pemerintah Konsolidasi 15 Asuransi BUMN Jadi 3 Entitas Demi Stabilitas dan Efisiensi Industri Keuangan
Data IMF 2025 Tunjukkan Diversifikasi Mata Uang, BRICS Dorong Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS
Pernyataan Ayatollah Ali Khamenei Soal Militer AS Picu Ketegangan Baru Timur Tengah dan Pasar Energi Global
Peran Indonesia dalam Board of Peace Soroti Diplomasi Bebas Aktif Untuk Perdamaian Gaza Dan Timur Tengah
Prabowo Paparkan MBG, Danantara, dan Pemberantasan Korupsi untuk Yakinkan Investor Amerika Serikat
Strategi Hilirisasi Danantara Disiapkan untuk Percepat Investasi Asing dan Industrialisasi Modern