Sejumlah laporan internasional juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi berkorelasi dengan rendahnya investasi dan lemahnya pertumbuhan ekonomi di berbagai negara berkembang.
Karena itu, pemerintah menilai reformasi tata kelola menjadi salah satu prasyarat penting untuk mempercepat pembangunan nasional.
Baca Juga: Ombudsman RI Sarankan Pemerintah Prioritaskan Industri Otomotif Nasional untuk Armada Logistik Desa
Presiden Soroti Praktik Pengalihan Kekayaan Bangsa ke Luar Negeri
Selain menyoroti korupsi di dalam negeri, Presiden juga mengingatkan adanya pihak-pihak yang berupaya mengambil kekayaan bangsa dan membawanya ke luar negeri.
Praktik tersebut dinilai merugikan negara karena sumber daya yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat justru mengalir keluar dari perekonomian nasional.
“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” tegas Prabowo Subianto.
Baca Juga: Pertemuan Petamburan Dasco Ahmad dan Mensesneg dengan Habib Rizieq Shihab Bahas Persatuan
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah terhadap praktik penghindaran pajak, aliran dana ilegal, serta eksploitasi sumber daya yang tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Isu pengelolaan kekayaan negara memang menjadi perhatian dalam berbagai kebijakan ekonomi yang tengah dirumuskan pemerintah.
Dukungan Ulama dan Masyarakat Dinilai Penting untuk Perubahan Nasional
Dalam pidatonya, Presiden juga meminta dukungan serta doa dari para ulama dan tokoh masyarakat agar pemerintah mampu menjalankan amanah dengan baik.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Tiongkok Dukung Mojtaba Khamenei dan Peringatkan Intervensi AS - Israel
Menurut Prabowo Subianto, dukungan moral dari masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat komitmen pemerintah menegakkan keadilan.
“Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan. Kita akan menjalankan dan menegakkan kebenaran dan keadilan,” ujar Prabowo Subianto.
Momentum peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara menjadi ruang refleksi mengenai pentingnya nilai moral dalam tata kelola pemerintahan.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Tiongkok Dukung Mojtaba Khamenei dan Peringatkan Intervensi AS - Israel
Artikel Terkait
Negosiasi Intensif Pembebasan Kapal Pertamina di Selat Hormuz Hampir Rampung dalam Waktu Dekat
Ombudsman RI Minta Pemerintah Evaluasi Impor Mobil Niaga India untuk Distribusi Pangan Desa
Ancaman Krisis Bantuan Pangan AS Muncul Ketika Kebuntuan Anggaran Kongres Belum Terselesaikan
Jutaan Warga AS Bergantung Pada Program Bantuan Pangan Saat Government Shutdown Mengancam Pendanaan
Pemerintah Tingkatkan Produksi Jagung Nasional Melalui Benih Gratis Irigasi Pupuk dan Kepastian Harga Panen
Penanaman Jagung Serentak 2026 Jadi Langkah Besar Perkuat Ketahanan Pangan dan Produksi Jagung
Dukungan Tiongkok untuk Mojtaba Khamenei Picu Perhatian Dunia di Tengah Konflik yang Memanas
Ketegangan Timur Tengah, Tiongkok Dukung Mojtaba Khamenei dan Serukan Hormati Kedaulatan Iran
Polemik Kebijakan Impor Kendaraan Agrinas Jadi Ujian Transparansi Korporasi Negara Dukung Ketahanan Pangan
AS Tegaskan Target Perang Iran Belum Selesai, Rusia Diminta Tak Terlibat Konflik Kawasan Timur Tengah