• Sabtu, 18 April 2026

Kontroversi Pernyataan Prabowo Tentang Pengamat Tidak Patriotik, Apa Dampaknya Terhadap Iklim Demokrasi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Bisnis 24 Jam
- Senin, 16 Maret 2026 | 09:36 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan terkait pengamat tidak patriotik dalam Sidang Kabinet Paripurna pertengahan Maret 2026 yang membahas stabilitas nasional dan komunikasi publik pemerintah. (Facebook.com @Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan terkait pengamat tidak patriotik dalam Sidang Kabinet Paripurna pertengahan Maret 2026 yang membahas stabilitas nasional dan komunikasi publik pemerintah. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

BISNIS24JAM.COM - Apakah kritik yang keras terhadap pemerintah bisa dianggap ancaman bagi persatuan bangsa?

Bagaimana Presiden merespons pengamat yang dinilai menyebarkan pesimisme terhadap program negara saat ini?

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pengamat yang dianggap tidak patriotik menjadi sorotan publik setelah disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna pertengahan Maret 2026.

Baca Juga: Ekonomi Tiongkok Melambat Ini Risiko dan Peluang Besar Bagi Industri dan Perdagangan Indonesia Mendatang

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga optimisme nasional di tengah berbagai program strategis pemerintah yang sedang berjalan.

Ia menyampaikan bahwa kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, namun harus bertujuan membangun, bukan memicu ketidakpercayaan terhadap arah pembangunan nasional.

Presiden Soroti Peran Pengamat dalam Membentuk Persepsi Publik Nasional

Prabowo Subianto menyatakan terdapat beberapa kategori pengamat berdasarkan sikap mereka terhadap kinerja pemerintah.

Baca Juga: Alasan Lirik Minyak Brunei, Diversifikasi Impor Energi Jadi Fokus Demi Stabilitas Pasokan Nasional

Ia mengatakan sebagian pengamat dinilai objektif, namun ada juga pihak yang menurutnya selalu melihat pemerintah secara negatif tanpa mempertimbangkan data dan capaian program.

Prabowo menyebut pemerintah akan mengedepankan pendekatan berbasis bukti untuk menunjukkan capaian program strategis kepada masyarakat luas secara transparan.

Klaim Data Intelijen Terkait Motif Kritik Terhadap Program Pemerintah

Presiden menyampaikan bahwa dirinya menerima laporan intelijen mengenai dugaan adanya pihak tertentu yang mendanai narasi pesimistis terhadap pemerintah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Akibat Perang, Seberapa Kuat APBN Indonesia Menahan Tekanan Fiskal Global

Ia menyebut kemungkinan adanya kelompok yang dirugikan oleh pemberantasan korupsi atau kepentingan tertentu yang mencoba memengaruhi opini publik melalui pengamat.

"Kami punya data, ada yang dibiayai, ada yang memang tidak suka Indonesia berhasil,” kata Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip sejumlah media nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X