BISNIS24JAM.COM - Apakah kritik yang keras terhadap pemerintah bisa dianggap ancaman bagi persatuan bangsa?
Bagaimana Presiden merespons pengamat yang dinilai menyebarkan pesimisme terhadap program negara saat ini?
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pengamat yang dianggap tidak patriotik menjadi sorotan publik setelah disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna pertengahan Maret 2026.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga optimisme nasional di tengah berbagai program strategis pemerintah yang sedang berjalan.
Ia menyampaikan bahwa kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, namun harus bertujuan membangun, bukan memicu ketidakpercayaan terhadap arah pembangunan nasional.
Presiden Soroti Peran Pengamat dalam Membentuk Persepsi Publik Nasional
Prabowo Subianto menyatakan terdapat beberapa kategori pengamat berdasarkan sikap mereka terhadap kinerja pemerintah.
Baca Juga: Alasan Lirik Minyak Brunei, Diversifikasi Impor Energi Jadi Fokus Demi Stabilitas Pasokan Nasional
Ia mengatakan sebagian pengamat dinilai objektif, namun ada juga pihak yang menurutnya selalu melihat pemerintah secara negatif tanpa mempertimbangkan data dan capaian program.
Prabowo menyebut pemerintah akan mengedepankan pendekatan berbasis bukti untuk menunjukkan capaian program strategis kepada masyarakat luas secara transparan.
Klaim Data Intelijen Terkait Motif Kritik Terhadap Program Pemerintah
Presiden menyampaikan bahwa dirinya menerima laporan intelijen mengenai dugaan adanya pihak tertentu yang mendanai narasi pesimistis terhadap pemerintah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Akibat Perang, Seberapa Kuat APBN Indonesia Menahan Tekanan Fiskal Global
Ia menyebut kemungkinan adanya kelompok yang dirugikan oleh pemberantasan korupsi atau kepentingan tertentu yang mencoba memengaruhi opini publik melalui pengamat.
"Kami punya data, ada yang dibiayai, ada yang memang tidak suka Indonesia berhasil,” kata Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip sejumlah media nasional.
Artikel Terkait
Kinerja Danantara Jadi Sorotan, Pemerintah Optimistis Investasi Korporasi Negara Mulai Tunjukkan Hasil
Konflik Geopolitik Selat Hormuz dan Peluang Investasi yang Muncul di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Fakta Baru Pengungkapan Tambang Emas Ilegal Way Kanan, Aparat Sita Ekskavator Hingga Kendaraan Operasional
Prabowo Tegaskan Larangan Manipulasi Laporan Keuangan BUMN dalam Momentum Evaluasi Kinerja Danantara
Return Aset Danantara Naik 300 Persen, Prabowo Soroti Pentingnya Tata Kelola BUMN Transparan dan Profesional
DMO Batu Bara Jadi Instrumen Jaga Stabilitas Energi Nasional dan Kendalikan Ekspor Komoditas Strategis
Arahan Prabowo ke Kabinet, Hindari Open House Berlebihan Demi Jaga Kepercayaan Publik dan Ekonomi Nasional
Harga Minyak Dunia Naik Akibat Perang, Seberapa Kuat APBN Indonesia Menahan Tekanan Fiskal Global
Alasan Lirik Minyak Brunei, Diversifikasi Impor Energi Jadi Fokus Demi Stabilitas Pasokan Nasional
Ekonomi Tiongkok Melambat Ini Risiko dan Peluang Besar Bagi Industri dan Perdagangan Indonesia Mendatang