NEWS SUMMARY:
- Total potensi stok nasional berasal dari Bulog, swasta, standing crop, serta tambahan panen selama periode El Nino.
- Kementerian Pertanian optimistis Indonesia mampu menghadapi El Nino ekstrem tanpa gangguan pasokan pangan nasional.
- Proyeksi ketahanan stok beras nasional bahkan diperkirakan overlap hingga April 2027 berdasarkan tren produksi.
BISNIS24JAM.COM - Apakah Indonesia benar-benar siap menghadapi ancaman kekeringan ekstrem El Nino yang disebut paling berat dalam beberapa tahun terakhir?
Benarkah stok beras nasional saat ini cukup kuat menjaga stabilitas harga dan pasokan hingga hampir satu tahun ke depan?
Stok Beras Nasional Diklaim Aman Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman hingga 11 bulan ke depan berdasarkan data ketersediaan beras nasional terkini.
Ia menyampaikan stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog saat ini mencapai 4,5 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5 juta ton dalam 20 hari.
Menurut Andi Amran Sulaiman, kondisi tersebut menjadi salah satu capaian penting pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional menghadapi risiko iklim.
Data Stok Beras Nasional dari Bulog Swasta Hingga Potensi Panen
Perhitungan stok pangan nasional berasal dari gabungan cadangan beras Bulog, stok sektor swasta, serta potensi panen berjalan yang diproyeksikan memperkuat cadangan nasional.
Data Kementan menunjukkan stok sektor hotel, restoran, dan kafe mencapai 12,5 juta ton yang turut memperkuat ketersediaan pangan domestik.
Selain itu, potensi hasil tanaman yang sudah tertanam atau standing crop diperkirakan menyumbang sekitar 11 juta ton tambahan produksi beras nasional.
Strategi Pemerintah Antisipasi Dampak Kekeringan Panjang Akibat Fenomena El Nino
Pemerintah menjalankan program pompanisasi untuk menjaga produktivitas pertanian menghadapi ancaman penurunan produksi akibat cuaca panas mulai April 2026.
Baca Juga: Harga BBM Belum Naik, Ini Tiga Faktor Penentu Kebijakan Energi Indonesia Tahun 2026 Mendatang
Program tersebut diproyeksikan mampu menambah produksi sekitar 2 juta ton beras per bulan selama periode kekeringan ekstrem sekitar enam bulan.
Artikel Terkait
Penghematan Anggaran Negara dari Optimalisasi Program MBG Jadi Sorotan Kebijakan Sosial Pemerintah
Diplomasi Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Asia Timur Lewat Investasi dan Kemitraan Industri Teknologi
Platform Digital Global Diminta Patuh Regulasi Demi Keamanan Anak dan Keberlanjutan Ekosistem Digital
Langkah Tegas Pemerintah Awasi Medsos Demi Keamanan Anak dari Risiko Konten Digital Berbahaya
Pulau Kharg dari 'Mutiara Yatim Teluk Persia' Menjadi Simbol Strategi Energi Iran Kontemporer Global
Indonesia Bereaksi Keras Atas Serangan UNIFIL, Desak Transparansi Investigasi dan Jaminan Keselamatan Prajurit
Harga BBM Belum Naik, Ini Tiga Faktor Penentu Kebijakan Energi Indonesia Tahun 2026 Mendatang
Kondisi Donald Trump Jadi Sorotan Saat Konflik Memanas, Gedung Putih Pastikan Presiden AS Tetap Sehat
Bagaimana Krisis Selat Hormuz Ubah Peta Kekuatan Energi Dunia dan Strategi Portofolio Investor Modern
Jaga Stok Beras Nasional Saat El Nino, Strategi Pompanisasi Hingga Tambahan Produksi Besar Disiapkan