pangan

BPS Catat Harga Gabah Tak Pernah Jatuh di Bawah HPP, Apa Dampaknya Bagi Petani Indonesia

Kamis, 9 April 2026 | 06:36 WIB
Mentan Amran sulaiman. Sortir gabah hasil panen memperlihatkan kualitas produksi yang semakin baik seiring dukungan kebijakan pertanian. (Dok. Kementan)

Nilai Tukar Petani Menguat Jadi Indikator Peningkatan Daya Beli

Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 mencapai 125,35 atau naik 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya menurut data resmi BPS.

Secara kumulatif sepanjang 2025, NTP nasional mencapai 123,26 atau meningkat 3,04 persen dibandingkan capaian tahun 2024.

Baca Juga: Tanda Pemulihan Energi Dunia Muncul Saat Aktivitas Kapal Tanker di Selat Hormuz Kembali Meningkat Signifikan

Kenaikan ini dipicu indeks harga yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayarkan terutama pada subsektor hortikultura dan tanaman pangan.

Stok Beras Melimpah Perkuat Optimisme Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan

Pemerintah mencatat stok beras nasional mencapai 3,8 juta ton pada akhir 2025 sebagai bagian dari strategi penguatan cadangan pangan.

Memasuki 2026, cadangan beras meningkat hingga 4,6 juta ton pada April atau tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan logistik pangan nasional.

Baca Juga: Kasus Mafia BBM Subsidi Terbongkar, Ini Modus Baru Penyalahgunaan Energi yang Rugikan Anggaran

Kondisi ini menunjukkan keseimbangan antara insentif produksi melalui harga dan keberhasilan menjaga pasokan pangan masyarakat tetap aman.

Produksi Pertanian Tumbuh Seiring Program Swasembada Pangan Pemerintah

Pemerintah sebelumnya menargetkan penguatan produksi pangan melalui berbagai program intensifikasi dan perlindungan harga hasil panen petani.

Deklarasi swasembada pangan pada akhir 2025 menjadi bagian dari narasi besar transformasi sektor pertanian menuju kemandirian pangan.

Baca Juga: Program MBG Didukung Motor Listrik, Ini Peran Kendaraan Operasional dalam Program Gizi Pemerintah

Kombinasi kebijakan harga, produksi, dan cadangan pangan dinilai menjadi faktor penting menjaga stabilitas ekonomi berbasis sektor pertanian.

Pemberitaan sejumlah media sepanjang 2025 juga menyoroti strategi pemerintah menjaga harga gabah melalui optimalisasi serapan hasil panen dan penguatan cadangan beras pemerintah.

Kebijakan tersebut sejalan dengan tren global ketika banyak negara memperkuat ketahanan pangan akibat gangguan rantai pasok dan perubahan iklim.

Baca Juga: Harga Gabah Petani Menguat Saat Stok Beras Naik, Sinyal Positif Ekonomi Pertanian Tahun 2026 Ini

Halaman:

Tags

Terkini