BISNIS24JAM.COM - Pemerintah memastikan stabilitas harga beras menjelang Natal dan Tahun Baru setelah pemantauan langsung di pasar menunjukkan penurunan harga di ratusan daerah.
Pemerintah mencatat 214 kabupaten dan kota mengalami penurunan harga beras pada awal November 2025 berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik yang menunjukkan tren menurun di berbagai wilayah.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Korporasi Andi Amran Sulaiman menyatakan harga beras stabil.
Baca Juga: OJK Batalkan Pengangkatan 3 Pejabat Baru Bank BJB, Termasuk Mardigu Wowiek
Dan berada di bawah harga eceran tertinggi setelah melakukan inspeksi mendadak di Pasar Legi Surakarta pada Kamis 13 November 2025.
Andi Amran Sulaiman menambahkan beras SPHP dijual Rp12.000 per kilogram sedangkan beras medium berada pada kisaran Rp13.000 per kilogram yang telah sesuai ketentuan pemerintah.
Penguatan Pengawasan Harga Melalui Satgas Terpadu Nasional
Bapanas menjelaskan Satgas Pengendalian Harga Beras terbentuk sejak 20 Oktober dan telah melakukan lebih dari 5.000 kegiatan pengawasan di 38 provinsi serta 514 kabupaten kota hingga 6 November.
Baca Juga: 4.200 Kasus Akun Palsu Terungkap, Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Tak Punya Media Sosial
Tren harga beras medium tercatat menurun dalam tiga minggu sejak Satgas aktif bergerak dengan harga rata-rata masing-masing Rp13.233 Rp13.633 dan Rp15.453 per kilogram di tiga zona wilayah.
Andi Amran Sulaiman menegaskan kehati-hatian publik dalam menyikapi informasi harga yang tidak akurat.
Karena berpotensi merugikan petani dan menimbulkan persepsi keliru mengenai kondisi pangan nasional.
Baca Juga: Express Discharge Hadir di 53 Rumah Sakit, Peserta Bisa Pulang Langsung Setelah Konsultasi Dokter
Data Penurunan Harga Beras dalam Laporan Statistik Nasional
BPS mencatat penurunan harga beras medium sebesar 1,12 persen pada awal November bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya berdasarkan hasil pemantauan di berbagai daerah.
BPS juga menyebut beras premium mengalami penurunan sebesar 1,23 persen dibandingkan Oktober yang menunjukkan stabilitas harga di seluruh rantai pasok menjelang masa kenaikan konsumsi akhir tahun.
Artikel Terkait
IHSG Hari Ini Menguat hingga ke 8.388, Sektor Non-Primer dan Infrastruktur Dominan
Inflasi 2026 Diperkirakan 2,62 Persen, Bank Indonesia Optimistis Ekonomi Tetap Tumbuh
Tiga Juta Rumah Baru Dikejar Pemerintah Hingga 2029, Backlog Perumahan Masih 9,9 Juta Unit
EMTK Terima Rp449,71 Miliar dari Dividen SCMA, Berikut Jadwal Pembayarannya
Express Discharge Hadir di 53 Rumah Sakit, Peserta Bisa Pulang Langsung Setelah Konsultasi Dokter
4.200 Kasus Akun Palsu Terungkap, Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Tak Punya Media Sosial
OJK Batalkan Pengangkatan 3 Pejabat Baru Bank BJB, Termasuk Mardigu Wowiek