BISNIS24JAM.COM - Yordania menawarkan tiga proyek investasi senilai sekitar USD 1,3 miliar kepada korporasi Danantara dalam pertemuan Raja Abdullah II dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Jakarta pada pertengahan November 2025.
Paket investasi tersebut terdiri dari proyek pipanisasi gas bernilai sekitar USD 1 miliar, proyek jalan tol sekitar USD 300 juta, serta peluang kerja sama di sektor logistik yang akan ditindaklanjuti melalui skema bisnis-ke-bisnis.
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan pihaknya akan mengirim delegasi untuk mengevaluasi proyek tersebut dan menilai kelayakan bisnisnya sesuai target return investasi standar dana abadi.
Baca Juga: Jejak 5 Korporasi Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur dan Dampaknya ke Warga Maluku Utara
Proyek Pipanisasi Gas Jadi Sorotan dalam Penawaran Investasi Yordania
Proyek pipa gas lintas wilayah menjadi porsi terbesar dari total nilai investasi yang ditawarkan, mengingat kebutuhan Yordania untuk mengamankan pasokan energi jangka panjang.
Rosan menegaskan Danantara memerlukan kajian teknis dan komersial yang komprehensif sebelum memberikan keputusan investasi, termasuk menilai risiko politik dan keekonomian sektor energi kawasan.
Raja Abdullah II menekankan proyek energi itu dirancang untuk membuka jalur suplai baru yang aman, efisien, dan berpotensi meningkatkan integrasi pasar regional.
Baca Juga: Transformasi Pengetahuan 2025: Strategi Pertamina Drilling Menguatkan Daya Saing Industri
Pengembangan Infrastruktur Tol Dorong Konektivitas Ekonomi Regional Yordania
Tawaran pembangunan jalan tol senilai sekitar USD 300 juta dinilai dapat memperluas keterlibatan korporasi Indonesia di sektor infrastruktur Timur Tengah.
Rosan mengatakan proyek tersebut memiliki potensi stabil dan berjangka panjang, tetapi tetap perlu dipelajari terutama dari sisi konsesi, arus lalu lintas, dan model pendanaan.
Pemerintah Yordania berharap proyek ini dapat menarik lebih banyak investor Asia untuk berperan dalam modernisasi jaringan transportasi mereka.
Baca Juga: Popularitas Seskab Teddy Naik, Pengamat Ungkap Efektivitas Komunikasi Jadi Kunci Utama
Yordania Tertarik Pelajari Struktur Pengelolaan Korporasi Danantara
Dalam pertemuan itu, Raja Abdullah II juga menyampaikan ketertarikan Yordania untuk mempelajari struktur dan tata kelola Danantara guna mendukung pembentukan sovereign wealth fund nasional mereka.
Rosan menyebut model tata kelola dan desain investasi Danantara memang disusun untuk meningkatkan transparansi dan daya tarik bagi mitra global.
Peluang ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi menunjukkan meningkatnya kepercayaan negara lain terhadap kapasitas korporasi Indonesia.
Artikel Terkait
Biaya Pemusnahan Membengkak, Pencacahan Dipilih Usai Penemuan 19.391 Balpres
Dari Truk Modifikasi ke Tambang Ilegal: Jejak 42 Ton BBM Subsidi yang Disembunyikan di Bangka
7 Fakta Baru Mangkirnya Wela Arista dalam Penyidikan Kasus CSR BI-OJK oleh KPK
Redenominasi Rp1000 ke Rp1: Data, Kewenangan BI, dan Dampak Psikologis Jadi Sorotan Publik
Pendanaan 750 Juta Dolar AS Dorong Akuisisi SPBU Esso dan Ekspansi Energi Hilir Chandra Asri
Usai Rilis, Aplikasi TRING Pegadaian Dikritik Pengguna karena Gangguan OTP dan Migrasi Akun
Beras Premium Patahan 59 Persen: Mentan Amran Ungkap Pola Harga Serakahnomic
Popularitas Seskab Teddy Naik, Pengamat Ungkap Efektivitas Komunikasi Jadi Kunci Utama
Transformasi Pengetahuan 2025: Strategi Pertamina Drilling Menguatkan Daya Saing Industri
Jejak 5 Korporasi Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur dan Dampaknya ke Warga Maluku Utara