BISNIS24JAM.COM - Mengapa kualitas beras yang disebut premium di pasaran tidak selalu sesuai standar?
Bagaimana praktik bisnis tertentu dapat menekan penggilingan kecil hingga kehilangan akses bahan baku?
Pertanyaan ini mengemuka usai penjelasan Menteri Pertanian dalam sebuah wawancara publik.
Baca Juga: Usai Rilis, Aplikasi TRING Pegadaian Dikritik Pengguna karena Gangguan OTP dan Migrasi Akun
Pola Harga Berbeda yang Dinilai Mematikan Penggilingan Kecil
Pernahkah publik membayangkan bagaimana selisih harga gabah beberapa ratus rupiah dapat mengubah keseimbangan pasokan nasional?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pola tersebut membuat penggilingan kecil kehilangan bahan baku.
Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian RI mengatakan pelaku besar membeli Gabah Kering Panen sedikit di atas harga pasar sehingga seluruh pasokan terserap ke korporasi.
Baca Juga: Pendanaan 750 Juta Dolar AS Dorong Akuisisi SPBU Esso dan Ekspansi Energi Hilir Chandra Asri
Andi Amran Sulaiman menjelaskan pembelian dengan pola menaikkan harga tipis dimulai dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 lalu dari Rp7.000 menjadi Rp7.500 sehingga pelaku kecil tidak memperoleh gabah.
Andi Amran Sulaiman menegaskan strategi tersebut telah berlangsung lama namun baru saat ini dibongkar pemerintah untuk mengembalikan keberpihakan kepada petani dan pelaku kecil.
Andi Amran Sulaiman menilai praktik itu selaras dengan fenomena yang disebut Presiden sebagai Serakahnomic sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku kecil dalam rantai pasok.
Baca Juga: Redenominasi Rp1000 ke Rp1: Data, Kewenangan BI, dan Dampak Psikologis Jadi Sorotan Publik
Manipulasi Kualitas Beras Premium yang Mencederai Kepercayaan Konsumen
Mengapa beras premium di rak ritel kadang tidak mencerminkan standar kualitas yang seharusnya, karena Menteri Pertanian menemukan patahan jauh melampaui batas kategori premium.
Andi Amran Sulaiman memaparkan sebuah produk beras berlabel premium memiliki tingkat patahan sekitar 59 persen dalam pemeriksaan kualitas sehingga tidak memenuhi standar premium.
Artikel Terkait
Raden Teguh Firmansyah Minta Evaluasi Izin Tambang PT BSI Demi Keselamatan Ribuan Warga
Kerugian Petani Meningkat: Produksi Padi Turun 70% Akibat Banjir Lumpur di Pomalaa
Kemenangan 2-1 Atas Honduras Antarkan Nova Arianto Promosi ke Timnas Indonesia U-20
Bitcoin Jatuh ke 96.000 Dolar AS Usai Shutdown Amerika Serikat Berakhir, Apa Pemicunya?
Biaya Pemusnahan Membengkak, Pencacahan Dipilih Usai Penemuan 19.391 Balpres
Dari Truk Modifikasi ke Tambang Ilegal: Jejak 42 Ton BBM Subsidi yang Disembunyikan di Bangka
7 Fakta Baru Mangkirnya Wela Arista dalam Penyidikan Kasus CSR BI-OJK oleh KPK
Redenominasi Rp1000 ke Rp1: Data, Kewenangan BI, dan Dampak Psikologis Jadi Sorotan Publik
Pendanaan 750 Juta Dolar AS Dorong Akuisisi SPBU Esso dan Ekspansi Energi Hilir Chandra Asri
Usai Rilis, Aplikasi TRING Pegadaian Dikritik Pengguna karena Gangguan OTP dan Migrasi Akun