BISNIS24JAM.COM - Bagaimana jika kekuatan finansial Danantara tidak pernah benar-benar diketahui investor global karena minimnya komunikasi internasional?
Di era keterbukaan informasi, reputasi justru ditentukan oleh siapa yang paling aktif menjelaskan visinya kepada dunia.
Reputasi Global Jadi Kunci, Danantara Perlu Aktif Bersuara di Media Dunia
Indonesia memasuki fase kompetisi global dalam menarik modal internasional.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Dituding Salah Konstruksi Perkara dalam Kasus Kerry Adrianto Riza, Ini Alasannya
Kehadiran Danantara sebagai pengelola dana abadi nasional memperkuat posisi Indonesia di panggung investasi dunia.
Namun, Pendiri Sapu Langit Media Center (SMLC) Budipur Karjodihardjo menilai potensi tersebut perlu ditopang strategi komunikasi global.
Ia menyebut media internasional sebagai medan utama pembentukan reputasi.
Baca Juga: Gus Yazid Tersangka TPPU Rp20 Miliar, Aliran Dana Korupsi BUMD Cilacap Rugikan Negara Rp237 Miliar
“Reputasi investasi tidak dibangun di dalam negeri saja, tetapi di pusat keuangan global,” kata Budipur.
Media Internasional Menjadi Referensi Utama Investor Institusi Global
Laporan Reuters Institute Digital News Report 2024 mencatat media global masih menjadi rujukan utama investor.
Kanal seperti Nikkei Asia dan Financial Times memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi pasar.
Baca Juga: Jejak Digital 15 Tahun Lalu: Kronologi Cuitan Ridwan Kamil yang Kembali Ramai di Media Sosial
Tanpa kehadiran resmi di media tersebut, narasi Danantara berisiko terpinggirkan.
Hal ini dinilai dapat menghambat daya saing Indonesia.
Artikel Terkait
Hashim Klarifikasi Isu Sawit Presiden Prabowo: Data LHKPN Tunjukkan Nol Kepemilikan Lahan
Saat Perceraian Jadi Konsumsi Publik: Kasus Ridwan Kamil Disorot 120 Ribu Akun Media Sosial
RUPS LB 23 Desember 2025: 2 Direksi Krakatau Steel Diganti, Ini Susunan Manajemen Terbarunya
Tujuh Alat Berat Diduga Tambang Ilegal Ditemukan di TN Kutai, Empat Orang Diperiksa
Mulai 2026 Ekspor Batu Bara Dikenai Bea Keluar, Pemerintah Targetkan Rp20 Triliun dari Tarif 1–5 Persen
Kasus Tambang Nikel Konawe Utara Dihentikan, Dugaan Suap Rp13 Miliar dan Kerugian Negara Rp2,7 Triliun
Jejak Digital 15 Tahun Lalu: Kronologi Cuitan Ridwan Kamil yang Kembali Ramai di Media Sosial
Ketersediaan Telur Ayam Ras Aman Hingga Lebaran 2026, Produksi Nasional Capai 6,56 Juta Ton
Gus Yazid Tersangka TPPU Rp20 Miliar, Aliran Dana Korupsi BUMD Cilacap Rugikan Negara Rp237 Miliar
Kejaksaan Agung Dituding Salah Konstruksi Perkara dalam Kasus Kerry Adrianto Riza, Ini Alasannya